BUKAMATA - Pusat Vulkanologi, dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan erupsi Gunung Api Anak Krakatau di Selat Sunda.
Olehnya Masyarakat diminta untuk tidak mendekat dalam radius tertentu. Erupsi itu terjadi pada Senin (23/1/2022) pukul 04.42 WIB.
"Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Saat laporan ini dibuat erupsi masih berlangsung," tulis PVMBG, dalam keterangannya.
PVMBG pun menyampaikan rekomendasi untuk masyarakat. Baik itu warga sekitar, pengunjung, atau wisatawan.
"Rekomendasi Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif," terangnya.
BERITA TERKAIT
-
Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi, Gunung Semeru Tetap Berstatus "Awas"
-
Gunung Lewotobi Erupsi Lagi, Masyarakat Diminta Waspadai Potensi Banjir Lahar
-
Potensi Banjir Lahar Dingin, Masyarakat di Sekitar Gunung Marapi Diminta Waspada
-
5 Kali Erupsi, Semeru Keluarkan Status Waspada
-
Erupsi Gunung Lewotobi, 26 Jalur Penerbangan dan 14 Ribu Penumpang Ikut Terdampak