Makassar Resmi Sandang Predikat Kota Toleransi 2025, Raih Harmony Award dari Kemenag RI
29 November 2025 17:11
PVMBG mengimbau masyarakat, terutama yang berada di kawasan rawan bencana, untuk tetap waspada. Serta mengikuti arahan pemerintah daerah serta petugas mitigasi di lapangan.
LUMAJANG, BUKAMATANEWS - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada tingkat tinggi. Gunung dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut itu pun tetap berstatus Level IV atau "Awas".

Kondisi sebuah gunung berapi di Indonesia dibagi menjadi empat tingkatan: Normal (level-1), Waspada (level-2), Siaga (level-3) dan Awas (level-4). Setiap level memiliki tingkat aktivitas yang berbeda, mulai tidak ada aktivitas (Normal) hingga potensi meletus dalam 24 jam ke depan (Awas).
Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas sejak 19 November 2025 lalu. Kepala PVMBG, Priatin Hadi Wijaya mengatakan, hasil analisis terbaru memperlihatkan masih terjadinya rangkaian erupsi dan aktivitas guguran lava.
"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi, aktivitas Gunung Semeru masih tinggi. Sehingga tingkat aktivitasnya masih ditetapkan pada level IV (awas),” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu malam, 22 November 2025.
Pemantauan visual pada 21–22 November 2025 hingga pukul 12.00 WIB menunjukkan erupsi berlangsung terus-menerus. Pada 20 November, muncul asap kawah putih bertekanan sedang setinggi 1.000 meter di atas puncak.
Beberapa letusan dengan ketinggian 300–500 meter juga terlihat dominan mengarah ke tenggara. Sementara aktivitas guguran lava berlangsung dengan jarak luncur mencapai 800 meter ke arah Besuk Kobokan.
"Secara visual aktivitas erupsi dan guguran lava masih terjadi. Namun sering tidak teramati karena cuaca yang kurang mendukung," kata Priatin.
PVMBG juga mencatat jumlah gempa yang terjadi selama periode pemantauan menunjukkan tingkat kegempaan yang masih tinggi. Gempa tersebut mengindikasikan adanya suplai magma dari bawah permukaan Semeru bersamaan dengan pelepasan material melalui letusan dan embusan.
"Getaran lahar terekam dua kali berturut-turut dengan durasi panjang. Ini menunjukkan adanya aliran lahar di Besuk Kobokan yang memicu letusan sekunder," ucapnya.
Rabu, 19 November 2025 lalu, pukul 14.13 WIB, Gunung Semeru meletus besar yang memunculkan awan panas dengan jarak luncur 13,8 kilometer. Awan panas ke arah Besok Kobokan itu beramplitudo 47 mm, durasi gempa: 14.283 detik (sekitar 4 jam).
Sejak 19 November 2025 pukul 17.00 WIB, status Semeru dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas). PVMBG memastikan, bahwa hingga kini belum mengalami penurunan.
PVMBG mengimbau masyarakat, terutama yang berada di kawasan rawan bencana, untuk tetap waspada. Serta mengikuti arahan pemerintah daerah serta petugas mitigasi di lapangan. (*)
29 November 2025 17:11
29 November 2025 16:23
29 November 2025 14:43
29 November 2025 09:50
29 November 2025 11:25
29 November 2025 12:27
29 November 2025 16:15
29 November 2025 13:56