PAREPARE, BUKAMATA - Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, kembali mengutarakan kekecewaannya terhadap wasit Indonesia. Dalam laga pekan ke-18 Liga 1 di Stadion Gelora BJ Habibie (GBH) Parepare, Sabtu kemarin, 14 Januari 2023, yang mempertemukan anak asuhnya dengan PSS Sleman, Tavares kembali diganjar kartu kuning.
Sehingga dalam perjalanan selama 18 laga Tavares mendampingi PSM Makassar, tercatat sudah tiga kartu kuning yang dikantongi pelatih berkebangsaan Portugal itu.
"Saya disini sudah 18 game disini, sudah dapat tiga kartu kuning. Saya tidak mengerti, hakim garis tadi lebih memilih memberikan saran ke wasit utama untuk memberikan saya kartu kuning," ujar Tavares.
Tavares mendapat kartu kuning ketiganya itu, usai menyampaikan aturan kepada hakim garis. Namun sayangnya, wasit menganggap itu sebuah protes dan berujung pemberian kartu kuning. Padahal, ia menyampaikan aturan itu dengan santun.
"Salah saya dimana? Saya hanya membeberkan aturan yang saya tahu, terus mereka (wasit) tidak melakukan dengan baik. Saya tidak menyampaikan ucapan-ucapan mengumpat kepada mereka apalagi ucapan kotor," kesalnya.
"Saya hanya tahu aturan di situ dan saya sampaikan kepada mereka. Saya sudah bekerja di Eropa, Asia, Afrika dan tidak pernah mendapatkan kartu satu pun," sambungnya.
Pelatih PSM Makassar mengungkapkan bahwa hanya di Liga Indonesia mendapatkan kartu tanpa alasan yang jelas. Selama ini, ia hanya memberi tahu kepada wasit bahwa mereka harus melakukan sesuai aturan yang ada.
"Cuma di Indonesia, saya mendapatkan kartu. Saya hanya mencoba memberitahu wasit, seharusnya dilakukan harus ini. Karena kita juga pelajari aturan mengenai sepak bola," bebernya.
Tavares pun mengaku sedih melihat kondisi wasit Indonesia. Ia pun menyarankan agar wasit harus melakukan perubahan untuk memastikan menerapkan aturan dengan baik.
Dalam laga kemarin, Tavares mengklaim banyak pelanggaran berbahaya. Seharusnya, kata dia, pemain lawan yang melakukan pelanggaran itu diberi ganjaran berupa kartu merah.
"Dan di pertandingan ini tidak terjadi di belahan bumi. Di Eropa pasti, setidaknya sudah ada tiga kartu merah jika melihat langsung pelanggaran berbahaya yang dilakukan oleh pemain," pungkasnya. (*)
BERITA TERKAIT
-
Minim Menit Bermain, Dua Pemain Muda PSM Hijrah Sementara ke Persipal
-
Kalah 0-1 dari Malut United, PSM Tertahan di Peringkat 7 di Super League
-
23 Pemain Siap Bertarung: PSM Makassar Targetkan Balas Dendam Kontra Bajul Ijo
-
Duel Kontras Nasib: Persebaya Paceklik, PSM On Fire di Tangan Tomas Trucha
-
PSM Makassar Siap Tantang Persis Solo di Manahan: Trucha Lakukan Rotasi, Abu Kamara Starter