MAKASSAR, BUKAMATA - Sepanjang tahun 2022 kasus kebakaran di Kota Makassar menembus angka 151 kasus. Dengan luas kebakaran sebesar 22.175 meter persegi, dan taksiran kerugian sebesar Rp21.626.000.000.
Komandan Peleton Damkar Makassar, Rustam Jufri, menuturkan, dari 151 kasus tersebut, Bulan Agustus mendominasi kebakaran paling banyak yakni sebanyak 18 kasus. Sedangkan untuk kerugian paling besar terjadi di Bulan Juni dengan taksiran kerugian sebesar Rp3 miliar lebih.
"Kasus kebakaran di Bulan Juni sebanyak 16 kasus namun dampak kerugiannya lebih besar ketimbang Bulan Agustus yang memilki 18 kasus," bebernya.
Kasus kebakaran yang terjadi di Makassar pada tahun 2022 didominasi oleh listrik dengan 88 kasus. Kompor gas 15 kasus. Adapun kasus-kasus lain akibat alang-alang dan lilin.
"Sampai saat ini listrik yang paling dominan sampai 88 kali. 14 kali kompor. Juga ada kasus akibat lilin dan alang-alang." tuturnya.
Rustam Jufri menghimbau agar masyarakat lebih antisipatif dalam mencegah kebakaran. Terlebih lagi terkait dengan arus listrik.
"Himbauan kepada masyarakat supaya harus disiplin mengenai antisipasi masalah kebakaran ini, terutama masalah listrik," imbaunya.
Ia juga mengimbau agar masyarakat memininalisir menggunakan terminal colokan berlebih. Meminimalisir menyambung-nyambung terminal colokan. Hal ini untuk menghindari kabel colokan menjadi panas.
"Himbauan kami agar memperhatikan hal-hal tersebut. (*)
BERITA TERKAIT
-
Sumur Minyak Meledak, Tiga Warga Tewas
-
Ribuan Tenaga Honorer Gelar Aksi Protes Rekrutmen PPPK, Pemkab Bone Hanya Prioritaskan Damkar dan Nakes
-
Kebakaran di Cenrana Bone, 10 Rumah Hangus
-
Tragedi Kebakaran di YLBHI: Anggota Sudin Gulkarmat Meninggal Dunia
-
Gedung PT Charoen Pokphand di Makassar Terbakar, Diduga Berawal dari Ledakan