BUKAMATA – Cuaca ekstream yang terjadi sepanjang bulan Desember di Sulawesi Selatan, telah menelan beberapa korban jiwa. Banjir, Pohon tumbang, angin putting beliung menjadi musibah bersama. Masyarakat diminta lebih waspada. Sementara itu, pemerintah terus melakukan pengawasan.
Walikota Makassar, Danny Pomanto, menanggapi beberapa kejadian seperti pohon tumbang dan rumah warga yang roboh kibat hujan dan angin kencang. Bahkan tak sedikit dampaknya membahayakan nyawa warga. Ia memanggil Dinas Lingkungan hidup (DLH) untuk mengunjungi beberapa titik rawan.
"Sekarang angin yang kencang, ini pohon-pohon (bahaya) makanya saya panggil DLH. Ini harus ada pruning (pemangkasan) rutin," ucap Danny Pomanto.
Pemangkasan dahan harus dilakukan secara rutin untuk menghindari musibah pohon tumbang.
Beban pohon harus dikurangi agar bisa bertahan kala hujan dan angin kencang menerpa.
"Pruning, pemeliharaan dahan. Jadi sudah harus jadikan standar. Karena sekarang fenomena angin ada di mana-mana," ujarnya.
"Saya kira cuaca buruk hingga tanggal 9 (Januari) ini, kita semua harus stand by dan mudah-mudahan kondisi air bisa tidak seperti yang kemarin (banjir sebelumnya)," harap Danny Pomanto.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Ariaty Pusapasary Abadi melaporkan total 122 pohon yang ditangani DLH selama periode tersebut. Rinciannya 86 pohon tumbang karena diterpa hujan dan angin kencang.
Dua dipangkas karena kondisi pohon sudah rimbun. Kemudian satu pohon dipangkas karena patah. Serta 33 pohon patah karena diterpa hujan dan angin kencang.
Adapun sebarannya di tiap kecamatan antara lain 15 pohon di Kecamatan Ujung Pandang, 4 Tallo, 7 Mamajang, 16, 14 Rappocini, 11 Makassar, 6 Manggala, 3 Mariso, 8 Biringkanaya, 18 Tamalanrea, 15 Panakkukang, 2 Bontoala, dan 3 Ujung Tanah.
BERITA TERKAIT
-
OPD Teken Perjanjian Kinerja 2026, Munafri Tekankan Perencanaan Presisi dan Kolaborasi
-
Sarat Prestasi, Danny Pomanto Berbagi Pengalaman Kepemimpinan di Hadapan Forkopimda Bekasi
-
Wali Kota Munafri & Ketua TP PKK, Dampingi Wamendukbangga Tinjau Kampung KB dan Program Gizi di Makassar
-
Percepatan RPJMD Makassar 2025–2029, Pemkot Makassar Mulai Panaskan Mesin Pembangunan 2027
-
Puluhan Tahun Berdiri Diatas Trotoar, Pemkot Makassar Tertibkan 19 Lapak PKL di Jalan Sultan Alauddin