Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Sementara itu Rizal Ramli nampak cuek saat dianggap Mahfud sebagai sosok yang ngawur dan bodoh. Ia hanya mengatakan tak perlu meladeni tudingan Mahfud tersebut.
BUKAMATA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD melontarkan tudingan pedas terhadap mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli sebagai sosok yang ngawur dan bodoh.
Hal tersebut terang-terangan disampaikan Mahfud di media sosial Twitternya @mahfudmd. Pernyataan dari Mahfud MD tersebut muncul pasca Rizal Ramli angkat bicara terkait persoalan Perppu Ciptaker.
"Ternyata Rizal Ramli ini makin ngawur dan bodoh. Tunjukkan, kapan saya bilang bahwa setiap orang yang masuk kekuasaan menjadi iblis. Goblok lah pernyataan tersebut. Kapan dan di mana saya bilang begitu?. Ayo. Saya bilangnya bukan begitu lah tapi begini," cuit Mahfud membalas Rizal Ramli pada Rabu.
Sementara itu Rizal Ramli nampak cuek saat dianggap Mahfud sebagai sosok yang ngawur dan bodoh. Ia hanya mengatakan tak perlu meladeni tudingan Mahfud tersebut.
"Wong ndak usah diladeni, wong panik karena membela yang tidak benar," kata Rizal dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (5/1/2023).
Rizal lantas menyindir Mahfud yang notabenenya mantan Ketua MK justru melemahkan putusan MK soal UU Cipta Kerja. Ini seiring terbitnya Perppu cipta kerja untuk menggugurkan status inkonstitusional bersyarat yang ditetapkan MK .
"Mantan Ketua Hakim MK kok melemahkan Keputusan MK soal Omnibus Law, dengan mendukung Perppu, hanya untuk sekedar menjilat Presiden. Logika ke mana, integritas di mana?" timpal Rizal.
Mahfud sebenarnya telah menjelaskan maksud pernyataan 'malaikat akan menjadi iblis bila masuk ke sistem Indonesia' itu diucapkannya di masa lalu dalam konteks evaluasi sistem Pilkada. Sebab, menurutnya, sistem yang ada mendorong kandidat untuk melakukan tindakan korupsi.
Ucapan Mahfud yang menjadi pemberitaan media massa itu dilontarkannya saat masih menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2012 silam
"Waktu itu yang saya bilang, Jika sistem Pilkada tidak diubah maka "malaikat pun kalau masuk ke dalam sistem Indonesia bisa jadi iblis". Waktu itu (2012) sebagai Ketua MK saya sampaikan itu sebagai usul agar sistem Pilkada diubah, sebab sistem yang ada mendorong kepala daerah korupsi sehingga banyak yang masuk penjara," cuit Mahfud lagi.
Mahfud mengaku selama ini memang sengaja diam ketika dikritik Rizal Ramli. Namun, ia menuding itu semakin ngawur.
"Anda RR merajalela ngawurnya karena didiamkan sehingga merasa pintar. Saya tahulah Anda itu siapa. Sebodoh apa pun tak mungkinlah, selama punya otak, kita mengatakan bahwa orang yang masuk kekuasaan jadi iblis," kata Mahfud.
"Saya tidak antikritik. Tapi kalau orang menjawab dan mengkritik balik jangan dituding antikritik, ya," tambahnya.
Mahfud dan Rizal Ramli dikenal pernah berada dalam satu kabinet pemerintahan yakni di masa Kepresidenan Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Di era kepresidenan yang singkat itu, Mahfud merupakan Menteri Pertahanan lalu Menkumham. Sementara Rizal adalah Menko Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (Ekuin) lalu digeser ke Menteri Keuangan.
Keduanya tak berada dalam kabinet lagi setelah Gus Dur dimakzulkan MPR lalu digantikan Megawati Soekarnoputri yang memimpin Kabinet Gotong Royong.
Mahfud kemudian menjadi hakim konstitusi, dan terpilih menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi hingga jabatannya berakhir pada 2013 silam. Dia kemudian didapuk menjadi Menko Polhukam pada periode kedua pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Sementara itu, Rizal pernah menjadi Menko Maritim secara singkat pada periode pertama pemerintahan Jokowi.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33