Hikmah : Sabtu, 31 Desember 2022 17:07

MAKASSAR, BUKAMATA - Ketua DPC Partai Garuda Makassar, Ir Andi Ahmad Sukarno Hamat Yusuf secara pribadi menilai wacana diterapkannya sistem proporsional tertutup pada Pemilu 2024 nanti, bisa menimbulkan polemik berkepanjangan.

Sebab akan ada kemungkinan gesekan di internal partai politik, lantaran yang didorong maju untuk mengisi kursi parlemen adalah mereka yang memiliki kedekatan dengan pimpinan atau pun kelompok mayoritas dalam tubuh parpol.

"Itu masih wacana, namun itu adalah persoalan. Kalau segala keputusan cuma partai pasti berpolemik kepanjangan. Setiap partai (dengan sistem ini) akan usulkan caleg, kalau cuma partai (yang menentukan) siapa yang akan mewakili di parlemen, persoalan akan panjang," katanya, Jumat (30/12/2022).

Meski begitu, ia mengaku pandangan terkait proporsional tertutup itu hanyalah pandangan pribadi. Soal Partai Garuda menolak atau ikut menerima usulan tersebut, merupakan wewenang dewan pimpinan pusat.

"Itu hanya pandangan secara pribadi. Kami belum ada instruksi dari DPW ataupun pusat. Tetapi jika itu berlaku maka tidak akan ada transparansi, internal partai pasti tertutup. Pasti partai suka-suka saja, siapa yang disuka, ini tidak transparan," jelas dia.

Meski begitu, ia menyebut bahwa Partai Garuda masih mempelajari dari sisi keadilan proposional tertutup ini bagi masyarakat dan partai.

"Kita masih pelajari sampai mana keadilannya. Ini perlu diperjelas apa manfaat bagi masyarakat dan partai," katanya.

Menurutnya, Partai Garuda menginginkan pesta demokrasi berlangsung dengan baik dari sebelum-sebelumnya. Sehingga, pertimbangan penerapan sistem proporsional tertutup perlu dipikirkan dengan matang.

"Kita mau Pemilu 2024 lebih baik dari sebelumnya. Perlu ada pertimbangan untuk dijadikan keputusan itu sebagai akhir, karena akan ada polemik di kemudian hari siapa yang akan duduk di parlemen," pungkasnya.