Pemerintah Terima 166 Permintaan Slot Time Penerbangan
Mengingat permintaan slot di bandara internasional pada summer dan winter season 2023, maka Kemenhub akan menertibkan dan menyeleksi mana penerbangan-penerbangan yang produktif dan tidak.
JAKARTA, BUKAMATA - Kementrian Perhubungan sampai saat ini menerima 166 permintaan penambahan slot dari berbagai maskapai penerbangan, baik dari dalam maupun luar negeri. Meski demikian, penambahan slot penerbangan akan dilakukan dengan hati-hati agar tetap produktif dan efisien.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, menyampaikan, pihaknya diberi tugas oleh Presiden Jokowi untuk melakukan pemetaan berkaitan dengan slot time penerbangan, baik dalam maupun luar negeri. Sepanjang tahun 2022 ini, penerbangan dalam negeri sudah mencapai 71 persen dibanding sebelum pandemi. Sementara untuk penerbangan luar negeri mencapai angka 33 persen.
"Kami ditugaskan untuk memberikan improvement bagi slot dalam negeri dan luar negeri," ujar Menhub dalam keterangan persnya usai mengikuti Rapat Terbatas Mengenai Kebijakan Slot Penerbangan, di Kantor Presiden, baru-baru ini.
Menhub menjelaskan, sampai dengan saat ini tercatat 166 permintaan penambahan slot dari berbagai maskapai penerbangan, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun demikian, ia mengatakan terkait hal tersebut Presiden Joko Widodo memberikan arahan agar kebijakan penambahan slot penerbangan dilakukan dengan hati-hati agar tetap produktif dan efisien.
"Bapak Presiden mengarahkan bahwa sekali pun permintaan itu banyak, lakukan dengan hati-hati karena satu sisi harus dilihat produktivitas dari pada konektivitas itu efisien atau tidak," jelasnya.
Selain itu, Budi menyatakan sesuai dengan arahan Presiden, pihaknya akan terus meningkatkan kemampuan dari bandara agar dapat melayani dengan baik.
"Tidak ada excess-excess yang terjadi karena keterlambatan, keterlambatan barang atau kepenuhan, dan sebagainya," ucapnya.
Menhub menambahkan, mengingat permintaan slot di bandara internasional pada summer dan winter season 2023, maka pihaknya akan menertibkan dan menyeleksi mana penerbangan-penerbangan yang produktif dan tidak.
"Penerbangan produktif pasti akan kita berikan, akan tetapi kalau penerbangan itu tidak produktif Bapak Presiden menginstruksikan untuk tidak terlalu dilayani dulu," pungkasnya. (*)
News Feed
Kenapa Malam Nisfu Syaban Dianggap Istimewa? Ini Penjelasannya
02 Februari 2026 09:43
GAPEMBI Sulsel Mantapkan Langkah, Siap Dilantik dan Kawal Program Makan Bergizi Gratis
02 Februari 2026 09:34
Berita Populer
02 Februari 2026 09:34
02 Februari 2026 09:43
Wali Kota Makassar Pererat Kebersamaan Alumni se-Kota Makassar di Bazar Road To Reuni Angkatan 93
02 Februari 2026 09:19
02 Februari 2026 09:56
