MAKASSAR, BUKAMATA - Pemerintah Kota Makassar akan menanggung biaya pengobatan korban tertimba pohon berukuran raksasa di Jalan Sungai Lariang, Makassar, tepatnya di samping Gedung IMMIM, Jumat, 23 Desember 2022. Saat ini, mereka menjalani perawatan di Rumah Sakit Pelamonia.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menyampaikan, para korban akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota (Pemkot).
"Ini musibah, dan jntuk biaya pengobatan (korban pohon tumbang) di tanggung Pemkot," ujar Wali Kota Makassar, Danny Pomanto.
Ia mengaku telah memerintahkan seluruh jajaran untuk melakukan mitigasi terhadap daerah yang memiliki potensi banjir dan pohon tumbang.
"Saya perintahkan untuk memitigasi semua. Itu mengurangi beban pohon, terhadap daun yang basah dua kali lipat," terangnya.
Pemkot Makassar, kata dia, telah mengerahkan semua OPD terkait jauh sebelumnya. Termasuk mengimbau masyarakat untuk tetap waspada jelang musim penghujan.
"Hal-hal yang rawan harus dicegah. Pertama adalah hindari pohon besar. Kemudian, hindari besi-besi listrik dan jaga anak ta' jangan sampai lepas kontrol, pergi di air kena arus. Terakhir, masyarakat itu jangan sembarang buang sampah," imbaunya.
Peristiwa pohon tumbang terjadi saat Makassar sedang diguyur hujan pagi tadi.
Adapun identitas kelima korban yakni, Elvisa Rose Lany Umur (42 tahun), Hery Risnandarl (47 tahun), Doni Umur (42 tahun), Fitriani Sudirman (34 tahun), dan seorang driver ojol Martinus Ola (42 tahun). (*)
BERITA TERKAIT
-
Makassar Ambil Peran di Rakernas APEKSI 2026, Munafri: Kolaborasi dan Inovasi Jadi Kunci Pembangunan Kota
-
Kota Makassar Tampil Spektakuler di City Expo APEKSI 2026, Booth Pinisi Padukan Budaya, AI dan Inovasi Daur Ulang
-
Di Forum APEKSI, Munafri Tekankan Kota Tangguh Dimulai dari Ketahanan Bencana dan Kesiapan Pangan
-
APEKSI 2026 di Medan, Munafri Perluas Jejaring Demi Kemajuan Makassar
-
Pemkot Makassar Promosikan LONTARA+, UMKM, dan Pariwisata Pada APEKSI 2026 di Medan