MAKASSAR, BUKAMATA - Mantan narapidana teroris, Muchtar Daeng Lau, mengungkap alasan seseorang nekat melakukan aksi bom bunuh diri, meski dengan dalih membela agama.
Muchtar mengatakan, biasanya pelaku bom bunuh diri tersebut menyimpan rasa kecewa. Satu-satunya cara untuk melawannya dengan meledakkan diri sendiri menggunakan bom.
"Tapi kalau meledakkan diri, bukanlah sesuatu yang benar karena boleh jadi ada hawa nafsu, ada tekanan, kekecewaan," katanya, Selasa, 13 Desember 2022.
Pelaku bom bunuh diri juga mendapat pemahaman dari mentornya, bahwa jalan menuju surga dengan melakukan bom bunuh diri.
"Istilahnya itu ada mentornya. Mungkin memberi pemahaman bilang apa yang kau lakukan ini, adalah jalan tol menuju surga. Memang dalam Islam jihad itu ada, tapi ada yang disyariatkan oleh Allah," jelasnya.
Sebelumnya, Muchtar Daeng Lau juga mengutuk bom bunuh diri itu. Ia mengatakan, aksi membunuh diri sendiri itu tidak dibenarkan agama Islam, meski dengan dalih ingin masuk surga.
"Pertama saya mengutuknya karena bagaimana pun juga itu tidak sesuai dengan ajaran agama," katanya kepada wartawan.
Kemudian, teror tersebut bukanlah bagian dari jihad membela agama. Dia pun meminta kepada semua pihak agar tidak mengeluarkan pernyataan sesat yang memicu bom bunuh diri.
"Bom bunuh diri itu adalah sesuatu yang dilarang oleh agama, tidak kemudian menjadi sesuatu yang dianggap bahwa ini adalah bagian jihad dalam Islam," jelasnya.
"Saya mengimbau kepada seluruh kaum muslimin agar berhati-hati dan jangan mengeluarkan statement yang tidak jelas sehingga membuat kegaduhan," terangnya. (*)
BERITA TERKAIT
-
Diduga Terlibat Jaringan Terorisme, Dua ASN Ditangkap Densus 88
-
Polda Sulsel Dorong Eks Napiter Berwirausaha, Dirikan Berbagai UMKM di Makassar
-
Selain di Polsek Astana Anyar, Ini 5 Bom Bunuh Diri di Kantor Polisi 10 Tahun Terakhir
-
Eks Teroris Makassar Kutuk Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar: Dilarang Agama!
-
Pimpin Apel Pagi, Ini Penekanan Danyon Brimob Bone