Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Selasa, 15 November 2022 19:59

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, saat membuka Tudang Sipulung Rancang Bangun dan Desain Kolaboratif, Pelestarian Ekosistem Hutan Pegunungan Quarles Wilayah Luwu Utara, di Aula Lagaligo Kantor Bupati, Selasa, 15 November 2022.
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, saat membuka Tudang Sipulung Rancang Bangun dan Desain Kolaboratif, Pelestarian Ekosistem Hutan Pegunungan Quarles Wilayah Luwu Utara, di Aula Lagaligo Kantor Bupati, Selasa, 15 November 2022.

Pemkab Lutra Gandeng FFI dan BBKSDA Sulsel Gelar Tudang Sipulung Pelestarian Flora dan Fauna

Dari hasil observasi di lapangan, terdapat beberapa jenis flora dan fauna yang ada di Kabupaten Luwu Utara, yang dilaporkan keberadaannya namun sudah jarang dijumpai. Diantaranya adalah Lasa, Aeropi, Palli, Anoa, Burung Rangkong dan Kakak Tua Putih.

LUWU UTARA, BUKAMATA - Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melalui Bappelitbangda, bekerjasama dengan Fauna dan Flora International (FFI) serta Balai Besar Konservasi Sumberdaya alam (BBKSDA) Sulsel, menggelar Tudang Sipulung Rancang Bangun dan Desain Kolaboratif, Pelestarian Ekosistem Hutan Pegunungan Quarles Wilayah Luwu Utara.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dibuka Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, di Aula Lagaligo Kantor Bupati, Selasa, 15 November 2022.

Kepala Bappelitbangda Luwu Utara, Aluddin Sukri, mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya kolaborasi lintas sektor oleh FFI bersama BBKSDA Sulsel dengan Pemerintah Provinsi Sulsek beserta Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, untuk pelestarian ekosistem hutan pegunungan quarles wilayah administrasi Kabupaten Luwu Utara.

"Sebagaimana yang diketahui bersama, kekayaan sumber daya alam, potensi jasa ekosistem dan keanekaragaman hayati serta nilai-nilai kebudayaan, terhampar di sekitar hutan pegunungan yang persis bersebelahan dengan Kawasan Taman Nasional Gandang Dewata, Provinsi Sulawesi Barat. Oleh sebab itu, atas dasar kebersamaan demi keberlanjutan dari kekayaan potensi tersebutlah yang kemudian menjadi titik awal terjalinnya komunikasi yang dialogis, khususnya antara FFI dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara hingga saat ini," terangnya.

Ia membeberkan, dari seluruh temuan jenis flora dan fauna untuk empat kelompok taksa, diketahui terdapat sejumlah spesies penting berdasarkan jenis endemik, jenis yang masuk kriteria International Union for Conservation of Nature (IUCN), serta spesies dilindungi berdasarkan Permen Jenis Satwa dan Tumbuhan Dilindungi P.106 tahun 2018 hingga jenis yang masuk kriteria Convention International Trade in Endangered Species (CITES), yakni 4 jenis flora penting, 13 jenis mamalia penting, 28 jenis burung penting serta 13 jenis herpetofauna penting.

Sementara itu, Bupati Luwu Utara, Indah putri Indriani, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.

"Pertama kami mengucapkan terima kasih dan juga penghargaan atas kepedulian menghadirkan program kepedulian terhadap flora dan fauna yang hampir punah. Tentu ini menjadi sangat penting kita lakukan. Dengan skema rancang bangun, kita tentu menginginkan adanya keaktifan semua pihak untuk merancang bersama upaya pelestarian flora dan fauna," ujarnya.

Indah menambahkan, seperti yang kita ketahui bersama bahwa masalah lingkungan terjadi akibat dari ulah dari tangan manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam.

"Ketidaktahuan dan kesalahan dalam pengelolaan dan penggunaan sumber daya akhirnya merusak ekosistem hutan dan juga menyebabkan beberapa spesies endemik kehilangan habitat aslinya menyebabkan punahnya satu kehidupan, yang sangat merugikan generasi mendatang," ungkapnya.

Perlu diketahui, dari hasil observasi di lapangan, terdapat beberapa jenis flora dan fauna yang ada di Kabupaten Luwu Utara, yang dilaporkan keberadaannya namun sudah jarang dijumpai. Diantaranya adalah Lasa, Aeropi, Palli, Anoa, Burung Rangkong dan Kakak Tua Putih.

"Harapannya kita dapat mengambil peran dalam pelestariannya. Kasihan kedepan regenerasi kita hanya akan mengenal flora dan fauna tersebut hanya melalui gambar ataupun mainan mereka," tutupnya. (*)

#Pemkab Luwu Utara #Indah Putri Indriani #Pelestarian lingkungan #FFI