Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Tugas sebagai santri adalah melakukan perbaikan-perbaikan, karena khittah santri itu khittah islahiyah seperti di bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya.
MAKASSAR, BUKAMATA - Momentum Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada hari ini, 22 Oktober 2022, mengingatkan kita akan perjuangan para santri dalam memperjuangan Kemerdekaan Indonesia. Di era kekinian, peringatan HSN diharapkan menjadi momentum para santri untuk menunjukkan karyanya di semua bidang.
Wakil Ketua Pengurus Wilayah NU Sulsel, dr Fadli Ananda SpOg MKes, mengatakan, saat ini santri-santri telah berkiprah di hampir semua bidang. Ada yang menjadi politisi, pengusaha, dokter, jurnalis, dan lain-lain.
"Para profesional dan ahli teknologi infomasi banyak yang berlatarbelakang santri. Artinya, santri mampu berkiprah di berbagai bidang tidak hanya di bidang agama," ujar Dokter Fadli Ananda.
Meski berkiprah lebih luas, kata Dokter Fadli Ananda, mereka tidak meninggalkan karakter sebagai seorang santri. Karena dilandasi keteguhannya dalam mempertahankan prinsip islahiyah (melakukan perbaikan).
"Tugas sebagai santri adalah melakukan perbaikan-perbaikan, karena khittah santri itu khittah islahiyah seperti di bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya," imbuhnya.
Sekedar informasi, Hari Santri berawal dari fatwa 'Resolusi Jihad' yang disampaikan oleh KH Hasyim Asy'ari. Pada 22 Oktober 1945, KH Hasyim Asy'ari memimpin perumusan fatwa 'Resolusi Jihad' di kalangan kiai pesantren. Fatwa itu berisi kewajiban berjihad untuk mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan melawan kelompok pasukan penjajah yang masih ada di Tanah Air. (*)
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33