Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Kamis, 20 Oktober 2022 16:25

Ist
Ist

Kumham Goes To Campus, Wamenkumham Sosialisasi RUU KUHP di Unhas

Kemenkumham RI memiliki strategi yang cermat dalam membuka dialog terbuka kepada sivitas akademika yang bertujuan menarik kontribusi anak bangsa melalui kritikan dan saran yang membangun untuk RUU KUHP.

MAKASSAR, BUKAMATA - Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham), Eddy OS Hiariej, membuka dialog bersama sivitas akademika Universitas Hasanuddin (Unhas), dan sejumlah perguruan tinggi di Kota Makassar, dalam kegiatan yang bertajuk Kumham Goes to Campus, yang dilaksanakan Hotel and Convention Centre Unhas, Kampus Tamalanrea, pada Kamis, 20 Oktober 2022.

Rektor Unhas, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc, menyampaikan selamat datang dan memberikan apresiasinya kepada tim Wamenkumham RI yang telah memilih Unhas sebagai salah satu universitas dalam membuka ruang diskusi atau dialog bersama untuk mensosialisasi Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP) kepada masyarakat, khususnya bagi sivitas akademika.

"Kegiatan ini merupakan peluang atau kesempatan yang tepat bagi para mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya," ujarnya.

Menurutnya, Kemenkumham RI memiliki strategi yang cermat dalam membuka dialog terbuka kepada sivitas akademika yang bertujuan menarik kontribusi anak bangsa melalui kritikan dan saran yang membangun untuk RUU KUHP.

Pada kesempatan tersebut, Eddy OS Hiariej, menyapa para mahasiswa yang hadir dari berbagai universitas di Makassar. Dirinya menjelaskan, tujuan hadirnya Kumhas Goes To Campus ini dimaksudkan atas arahan oleh Presiden Joko Widodo yang telah mengamanatkan kepada Tim Penyusun RUU KUHP untuk melakukan dialog sebanyak mungkin bersama sejumlah elemen masyarakat, khususnya mahasiswa.

"Kami tahu persis mahasiswa Unhas sangat kritis menyuarakan aspirasi. Oleh karena itu, kami menghadirkan dialog ini dan memilih Unhas sebagai kampus tujuan. Saya ingin membuktikan bahwa perbedaan pendapat dalam dunia akademik adalah sunnatullah, dan perbedaan pendapat tidak harus mempengaruhi hubungan pribadi," kata Eddy.

Wamenkumham mengatakan, lawan debat adalah teman sejati dalam berpikir. Melalui kehadiran narasumber pelengkap dialog bersama ini, ia harapkan apa yang menjadi pembahasan bersama merupakan suatu penyampaian dari perspektif setiap individu. Seharusnya dialektika di dunia kampus harus dibiasakan.

"Semakin tajam perbedaan pendapat maka semakin akrab hubungan. Jangan alergi dan galau akan perbedaan pendapat, apalagi di kalangan akademisi," sambung Eddy.

Setelah sambutan, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan oleh para narasumber yang hadir, yakni Dr Zainal Arifin Mochtar yang merupakan seorang Ahli Hukum Tata Negara Indonesia, dan Dr Albert Aries selaku Angggota Tim Pembahasan dan Sosialisasi RKUHP. (*)

#Kemenkumham sulsel #Kumham Goes To Campus #Universitas Hasanuddin