Hikmah
Hikmah

Jumat, 14 Oktober 2022 09:43

Bertambah Lagi,  Dinkes Malang Sebut Korban Kanjuruhan Sudah Capai 754 Orang

Bertambah Lagi, Dinkes Malang Sebut Korban Kanjuruhan Sudah Capai 754 Orang

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg Wijanto Wijoyo merincikan, data terakhir untuk korban meninggal dunia sebanyak 132 orang, luka ringan sedang 596 orang dan luka berat 26 orang.

BUKAMATA -Dinas Kesehatan Kabupaten Malang memperbaharui data Korban tragedi Kanjuruhan. Teranyar, korban tragedi Kanjuruhan disebut sudah tembus 754 orang hingga Kamis kemarin. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg Wijanto Wijoyo merincikan, data terakhir untuk korban meninggal dunia sebanyak 132 orang, luka ringan sedang 596 orang dan luka berat 26 orang.

Untuk korban dengan luka ringan hingga sedang tersebut, lanjut dia memang ada sedikit perubahan data karena hingga saat ini masih banyak korban yang baru berobat ke sejumlah rumah sakit yang ada di Kabupaten Malang atau Kota Malang.

"Total 754 orang," kata Wijanto.

Menurutnya, banyak korban yang setelah satu minggu pascakejadian tersebut masih mengeluhkan kondisi kesehatan mereka, sehingga kembali berobat ke rumah sakit.

"Ada yang sudah pulang, kemudian satu minggu atau kurang, kembali ke rumah sakit," ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, untuk korban yang masih menjalani rawat inap tercatat sebanyak 12 orang.

Dari 12 orang tersebut, sembilan diantaranya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar Kota Malang.

"Sementara ada tiga pasien di RSUD Kanjuruhan. Untuk yang rawat inap di RSUD Kanjuruhan, ada satu orang yang sudah lepas ventilator," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol dr Erwinn Zainul Hakim menambahkan, terkait dengan adanya rencana autopsi korban tragedi Kanjuruhan, saat ini ada dua keluarga yang meminta proses tersebut untuk dilakukan.

"Kami dapat informasi, ada dua keluarga yang akan melaksanakan autopsi," ujarnya.

Rencananya, proses autopsi tersebut akan dilaksanakan pada pekan depan dan dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI). Autopsi akan langsung dilakukan di tempat korban dimakamkan.

"Pelaksananya adalah dokter-dokter yang ditunjuk oleh PDFI. Proses dilakukan dengan ekshumasi, jenazah di tempat langsung dilakukan pemeriksaan," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Tragedi Kanjuruhan