JAKARTA, BUKAMATA - Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Rabu, 28 September 2022. Kunjungan ini berkaitan rencana renovasi TMII dengan anggaran mencapai Rp1,1 Triliun dari pemerintah pusat.
Sayangnya, dari anggaran jumbo tersebut belum mencakup keseluruhan renovasi. Sehingga pemerintah pusat meminta pemerintah provinsi masing-masing melakukan renovasi untuk anjungan.
"Harusnya pemerintah pusat dengan alokasi anggaran sebesar itu tidak lagi membebani APBD Provinsi," kata Anggota Komisi V DPR RI, Muhammad Fauzi.
Anggota Fraksi Partai Golkar ini mengatakan, jika memang anggaran yang tersedia tidak mencukupi untuk renovasi anjungan, pengelola sebagai pihak ketiga yang harus mengambil alih renovasi.
"Jangan lagi APBN dibebani apalagi APBD dengan meminta masing-masing provinsi. Pengelola kan bisa melakukan renovasi bertahap setelah G-20 nantinya," tandas Fauzi.
Anggota DPR Dapil Sulsel III ini mengatakan, TMII jangan hanya diperhatikan saat ada even besar seperti G-20. Dia berharap, ke depan TMII kembali menjadi objek wisata alternatif yang memadai di Jakarta.
"TMII ini kan Indonesia mini, jadi selain rekreasi ada unsur edukasi jika masyarakat berkunjung. Ke depan kita harap pengelolaan lebih baik sehingga makin ramai dan representatif untuk jadi objek wisata," tambahnya.
Kunjungan Komisi V DPR dipimpin Ketua Komisi V DPR RI Lasarus. Hadir pula sejumlah pejabat dari Kementerian PUPR dan pihak ketiga sebagai pengelola. Rencananya, TMII akan dikunjungi oleh tamu kenegaraan serangkaian dengan G-20 di Bali. (*)
BERITA TERKAIT
-
Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur, Hamka B Kady Desak Investigasi Menyeluruh
-
Tekan Konsumsi BBM, Hamka B Kady Dorong Kemenhub Benahi Transportasi Publik
-
Hamka B Kady Konsisten Perjuangkan Kesejahteraan Pengemudi Ojol, Bakal Diakui Negara Sebagai Transportasi Umum
-
Hamka B Kady Hadirkan Sanitasi Layak untuk Pesantren dan Masyarakat di Takalar
-
Hamka B Kady Minta Menteri PU Prioritaskan Usulan Anggota DPR, Irigasi Sulsel Jadi Catatan