Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Sejumlah Kendaraan di Jalan Tupai Makassar
01 Februari 2026 14:50
Hingga saat ini, tiga juta ton tanaman kelapa sawit masih belum dipetik dan selanjutnya akan membusuk jika tidak segera dipanen.
MAKASSAR,BUKAMATA - Fenomena tak biasa terjadi di dunia kerja beberapa negara. Disaat sejumlah negara sedang berjuang menurunkan angka pengangguran. Negara-negara ini justru kekurangan pekerja.
AS
Di Amerika serikat misalahnya, meski majikan menawarkan bonus dan gaji yang tinggi, pekerjaan yang ditawarkan tak kunjung mendapatkan staff.
Menurut Fox News, ini terjadi pada sejumlah bisnis. Seperti restoran, toko, hingga penerbangan mulai dari petugas bagas ke pilot dan pramugari.
Mengutip laman Kamar Dagang AS, sektor perawatan kesehatan dan bantuan sosial serta akomodasi juga menghadapi hal serupa. Lowongan pekerjaan tinggi tapi pelamar minim.
Australia
Hal serupa juga terjadi di Australia. Ini terjadi akibat penutupan perbatasan lebih dari 2 tahun selama pandemi Covid-19, yang rupanya tak hanya menahan penyebaran virus, tetapi juga memblokir akses ke pekerja potensial untuk negara tersebut.
Australia bahkan melakukan berbagai cara agar mendapatkan pada pekerja kembali. Pekan lalu, pemerintah Australia meningkatkan jumlah migrasi permanen menjadi 195.000 dari tahun keuangan ini, Jumlah ini meningkat 35.000 orang.
Pengusaha berharap mereka akan membantu mengisi kesenjangan dalam angkatan kerja, tetapi dengan hampir setengah juta lowongan di seluruh negeri dan tingkat pengangguran 3,4%, level terendah hampir 50 tahun.
Malaysia
Malaysia saat ini kekurangan sekitar 1,2 juta pekerja. Selain 120.000 untuk sektor perkebunan, sektor manufaktur membutuhkan 600.000 pekerja lagi dan sektor konstruksi kekurangan 550.000 pekerja.
Di antara bisnis yang merasakan krisis tenaga kerja terburuk adalah pembuat chip, yang membutuhkan hingga 15.000 pekerja dan produsen sarung tangan medis, yang masih kekurangan 12.000 pekerja.
Kepala Ekonom Bank Islam Malaysia, Afzanizam Abdul Rashid, mengatakan kegagalan memenuhi permintaan pekerja akan mengerem pertumbuhan ekonomi Malaysia.
Hingga saat ini, tiga juta ton tanaman kelapa sawit masih belum dipetik dan selanjutnya akan membusuk jika tidak segera dipanen.
“Ini adalah masalah serius. Kami memiliki fakta dan angka untuk mendukungnya,” kata Afzanizam kepada FMT Business.
Inggris
Krisis tenaga kerja juga tengah mengancam Inggris Raya.
Dari data terbaru, hampir setengah dari bisnis di Barat Daya Wales mengalami kekurangan pekerja terampil. Wales adalah bagian dari negara Inggris Raya, selain Inggris, Skotlandia, dan Irlandia Utara.
Studi terbaru merujuk Kantor Statistik Nasional (ONS) menemukan 44% perusahaan yang berbasis di wilayah tersebut terkena dampak kekurangan pekerja. Jumlah ini lebih banyak daripada bagian wilayah lain di Inggris dan 8% di atas rata-rata nasional.
Secara rinci, kekurangan staff terbanyak berada di sektor kesehatan manusia dan pekerjaan sosial, mencapai 56%. Lalu diikuti sektor akomodasi dan layanan makanan 52%.
Setelahnya, ada pula transportasi dan penyimpanan mencapai 37%. Ada pula konstruksi, 37%, dan manufaktur, 35%.
Kanada
Maslah kekurangan tenaga kerja di Kanada disebabkan oleh pekerja yang ramai-ramai memilih 'pensiun dini'.
Angkatan kerja memang masih tumbuh di Agustus. Tapi, pertumbuhan turun dibanding dua bulan sebelumnya dan tetap lebih kecil
"Puluhan ribu orang berhenti bekerja ... Banyak dari itu dikaitkan dengan lebih banyak orang Kanada pensiun," tulis Reuters mengutip data Statistics Canada, Senin (12/9/2022).
Rekor jumlah warga Kanada berusia 55-64 tahun yang pensiun dalam 12 bulan terakhir meningkat. Itu, mempercepat eksodus massal pekerja paling terampil Kanada.
Jepang
Fenomena kekurangan tenaga kerja kini juga melannda Jepang. Perusahaan di negeri tersebut mengalami kekurangan staf kronis sekarang. Reuters menulis bagaimana pelaku usaha berjuang memikat pekerja, termasuk paruh waktu. Kenaikan upah menjadi salah satu strategi.
"Secara keseluruhan kami menghadapi kekurangan tenaga kerja," kata seorang manajer grosir dikutip Kamis (15/9/2022).
Mengutip Nikkei Asia, Jepang memang telah memiliki banyak lowongan pekerjaan daripada pelamar sejak Juli. Ini seharusnya menjadikan negeri itu tempat pas untuk para pencari kerja.
Namun, populasi usia kerja menyusut drastis. Ini membebani prospek pemulihan dari perlambatan yang disebabkan oleh pandemi.
Dari data bulan yang sama misalnya, ada 1,27 posisi terbuka untuk setiap pencari kerja di Jepang. Ini angka tertinggi dalam sekitar dua tahun dengan sektor yang paling kekurangan adalah hotel, restoran dan manufaktur.
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50