Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Selasa, 13 September 2022 08:20

Kepala Bagian Perekonomian Setda Takalar, Muh Iqbal, saat meninjau progres pembangunan Rumah Sakit Internasional di Galesong.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Takalar, Muh Iqbal, saat meninjau progres pembangunan Rumah Sakit Internasional di Galesong.

Butuh Biaya Besar, Pengoperasian RS Internasional Galesong Diusul Libatkan Swasta

Rencana pengelolaan RSI bekerjasama swasta ini selanjutnya akan dibicarakan dalam rapat dengan DPRD Takalar, terutama pada saat pembahasan APBD Pokok 2023 yang kemungkinan akan dilaksanakan pada Bulan Oktober 2022.

TAKALAR, BUKAMATA - Pembangunan Rumah Sakit Internasional (RSI) Galesong yang terletak di Aeng Batu-Batu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, ditargetkan selesai pada awal Bulan Desember 2022. Rumah sakit bertaraf internasional ini dibiayai melalui dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dana tersebut digunakan untuk pembangunan fisik gedung dan peralatan.

Beberapa gedung penting yang sedang dibangun meliputi IGD, ICU, ruang perawatan utama, dan poliklinik. Peralatan yang diadakan adalah peralatan medis yang jarang dimiliki oleh RS di Sulsel, sehingga diharapkan RSI ini memiliki daya saing tinggi.

Keunggulan lain dari  RS Internasional Galesong adalah pada posisinya di perbatasan tiga daerah yaitu Takalar, Gowa dan Makassar. Sehingga, dipastikan akan menjadi pilihan warga ketiga kabupaten ini.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Takalar, Muh Iqbal yang ikut dalam Tim Pemkab untuk meninjau progres pembangunan rumah sakit ini mengatakan, akan mengusulkan kepada Bupati Takalar agar Pemkab bekerjasama dengan swasta dalam pengoperasian RS ini.

"Bagian perekonomian ditugasi untuk  mengelola BLUD dan BUMD, dan pengelolaan Rumah Sakit Internasional ini pun akan masuk dalam ranah kewenangan kami. Kalau RSI diharapkan berjalan secara efektif dan efisien dan menghasilkan PAD, maka sebaiknya Pemkab bekerjasama swasta," kata Iqbal.

Manajemen swasta, lanjut Kabag Ekonomi, biasanya bekerja cepat dan menghasilkan pelayanan prima. Dan dengan skema kerjasama swasta ini, maka Pemkab tidak lagi terbebani dengan biaya tambahan yang nilainya cukup besar. Pihak swasta diharapkan berivestasi untuk pengoperasian RSI ini. 

"Kita masih  butuh anggaran yang cukup besar untuk mengoperasikan RSI ini. Diantaranya untuk menyediakan meubeler dan kelengkapan ruangan lainnya, penyediaan obat dan barang habis pakai lainnya serta gaji karyawan," urai Ikbal.

Kerjasama swasta dalam pengoperasian RSI ini bukan untuk menghilangkan misi kemanusiaan dalam pembangunan, namun semata-mata untuk menghasilkan pelayanan prima.

"Saya optimistis, masyarakat dengan sendirinya memilih RSI ini untuk berobat jika pelayanannya sangat memuaskan. Apalagi layanan spesialisnya jarang dimiliki oleh rumah sakit lain di Sulsel," ujar Ikbal.

Rencana pengelolaan RSI bekerjasama swasta ini selanjutnya akan dibicarakan dalam rapat dengan DPRD Takalar, terutama pada saat pembahasan APBD Pokok 2023 yang kemungkinan akan dilaksanakan pada Bulan Oktober 2022. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#RSI Galesong #Pemkab Takalar #Muh Ikbal