Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Senin, 12 September 2022 20:45

Koordinator Dewan Komando Batalyon 120 Makassar, Izal, memberikan klarifikasi terkait diamankannya 48 orang dari Sekretariat Batalyon 120 Makassar.
Koordinator Dewan Komando Batalyon 120 Makassar, Izal, memberikan klarifikasi terkait diamankannya 48 orang dari Sekretariat Batalyon 120 Makassar.

Soal Penangkapan 48 Orang di Sekretariat, Ini Klarifikasi Koordinator Batalyon 120

Adapun botol kosong minuman keras yang ikut menjadi temuan, diakui Izal sengaja dikumpulkan untuk dijual. Hasilnya untuk membiayai kebutuhan sekretariat seperti membeli token listrik.

MAKASSAR, BUKAMATA - Koordinator Dewan Komando Batalyon 120 Makassar, Izal, memberikan klarifikasi terkait diamankannya 48 orang dari Sekretariat Batalyon 120 Makassar, pada Minggu dinihari, 11 September 2022.

Melalui pernyataan persnya, Izal menyampaikan, dari 48 orang yang diamankan, hanya enam diantaranya berstatus anggota Batalyon 120 Makassar. Dan 42 lainnya merupakan anak binaan yang berasal dari Gowa dan Maros.

Izal mengaku, semua yang diamankan polisi sebelumnya telah dipulangkan. "Tidak benar jika dikatakan seluruhnya anggota kami. Hanya ada enam. Sementara 42 lainnya masih binaan belum menjadi anggota. Mereka berasal dari Gowa dan Maros yang banyak beraktifitas di Makassar. Kami bina untuk menekan angka kriminal di jalan. Mereka juga sudah dipulangkan," terang Izal.

Ia melanjutkan, temuan sejumlah benda tajam di gudang penyimpanan sekretariat memang sengaja dikumpulkan dari anak binaan untuk membersihkan jalanan dari potensi tindak kriminal jalanan.

"Sedianya kami akan serahkan ke Polrestabes Makassar. Sengaja kami kumpulkan dari anak binaan untuk diserahkan ke aparat agar mengurangi jumlah benda tajam yang bisa digunakan dalam kriminal jalanan," sambungnya.

Batalyon 120 mengumpulkan benda tajam dari jalanan yang diserahkan oleh anak binaan sebelum mereka resmi bergabung. Jika telah terkumpul banyak lalu diserahkan ke Polrestabes Makassar. Hal ini dilakukan untuk mendukung upaya pihak kepolisian dan Pemerintah Kota Makassar dalam menciptakan keamanan, dan ketertiban di Makassar.

Adapun botol kosong minuman keras yang ikut menjadi temuan, diakui Izal sengaja dikumpulkan untuk dijual. Hasilnya untuk membiayai kebutuhan sekretariat seperti membeli token listrik.

Keberadaan Batalyon 120, dikatakan Izal, untuk membina mantan pelaku kriminal jalanan agar tidak kembali ke jalan melakukan tindak kriminal. Batalyon 120 juga memetakan potensi kriminal jalanan, dan merangkul orang-orang yang berpotensi melakukan tindak kriminal jalan untuk dilakukan pembinaan.

"Semua kami lakukan untuk mendukung upaya kepolisian, Pemerintah Kota Makassar, dan TNI dalam menciptakan kondisi kota yang aman, tertib, dan jauh dari tindak kriminal jalanan," pungkasnya. (*)

#Batalyon 120 #Pemkot Makassar #Polrestabes Makassar