Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Rabu, 31 Agustus 2022 13:09

Ritha Latippa
Ritha Latippa

Perusahaan Nikel di Bantaeng Butuh Operator dan Mekanik Alat Berat

Jumlah tenaga kerja untuk tiga pabrik Huadi Nickel Alloy saat ini adalah 1.837 orang. 75 persen diantaranya adalah masyarakat lokal.

MAKASSAR, BUKAMATA - PT Huadi Nickel Alloy Indonesia, menjadi salah satu perusahaan yang ikut serta dalam Virtual Job Fair Sulsel 2022, yang dilaksanakan 29 Agustus - 2 September 2022. Perusahaan ini membuka lowongan untuk menduduki posisi operator dan mekanik alat berat.

HRD Huadi Nickel Alloy Indonesia, Ritha Latippa, mengungkapkan, sepertiga operasional perusahaan sangat bergantung pada alat berat. Dan pabriknya saat ini membutuhkan operator dan juga mekanik alat berat.

"Sebenarnya kami juga sudah bekerjasama dengan BLK dan meminta mereka untuk menghadirkan program D1 operator alat berat, dan D1 mekanik alat berat. Tapi memang kebutuhan kami cukup banyak," kata Ritha, di sela-sela pelaksanaan Virtual Job Fair Sulsel 2022.

Iapun menjelaskan terkait kondisi ketenagakerjaan di salah satu perusahaan nikel yang beroperasi di Kawasan Industri Bantaeng (KIBA) tersebut. Dimana, jumlah tenaga kerja untuk tiga pabrik disana saat ini adalah 1.837 orang.

"Kami berdayakan 75 persen adalah masyarakat lokal (Bantaeng), karena industri memang punya kewajiban memberdayakan masyarakat lokal. Dan Luar Bantaeng 25 persen," ujarnya.

Menurut Ritha, dalam memberdayakan masyarakat lokal, bukan hal yang mudah bagi Huadi. Apalagi, Bantaeng sebelumnya adalah daerah agraris yang kemudian harus diubah menjadi daerah industri. Kehidupan masyarakatnya harus didorong untuk melakukan perubahan pada banyak hal.

"Kami harus berupaya untuk peningkatan kompetensi masyarakat, karena Bantaeng yang tadinya adalah daerah agraris, berubah jadi daerah industri. Dimana kehidupan masyarakatnya didorong untuk melakukan banyak perubahan. Nah, ini juga yang membuat kami banyak program terkait pengembangan SDM di Bantaeng," jelasnya.

Untuk pengembangan SDM di Bantaeng, Ritha mengaku memulai dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pihaknya membuat program magang guru SMK, pelatihan pengenalan K3 kepada siswa SMK, prakerin kejuruan pengelasan, teknik mesin, teknik listrik dan Nautika.

"Kami memberikan masukan-masukan, rekomendasi, seperti apa kriteria yang dibutuhkan oleh industri. Kami juga punya tiga SMK Binaan yang ada di Bantaeng. Masing masing, untuk jurusan perawatan mesin, listrik, dan Nautika yang akan dikembangkan kemampuannya sesuai kebutuhan kerja di perusahaan kami," imbuhnya.

Untuk masyarakat, tambah Ritha, juga ada program untuk pengembangan SDM, berupa pelatihan pengenalan dunia kerja di industri pada masyarakat pencari kerja, serta pelatihan operator smelter yang bekerjasama dengan Balai Diklat Industri di Jakarta.

"Dengan kehadiran Huadi di Bantaeng benar-benar membutuhkan sumber daya yang mumpuni dan kompeten. Makanya kami juga sangat aktif meminta dukungan kementrian untuk pengembangan SDM," pungkas Ritha. (*)

 

#Huadi Nikel #Ritha Latippa #lowongan kerja #Virtual Job Fair Sulsel 2022