Samsul Bahri
Samsul Bahri

Jumat, 26 Agustus 2022 10:03

Net.
Net.

Setelah Sidang Kode Etik, Ferdy Sambo Disanksi Pemecatan

Sanksi pemecatan mantan Kadiv Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri setelah menjalani sidang kode etik di Mabes Polri Jumat (26/8/2022).

BUKAMATA - Tersangka kasus pembunuhan Brigadir J, Irjen Pol Ferdy Sambo disanksi pemecatan oleh Komisi Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Sanksi pemecatan mantan Kadiv Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri setelah menjalani sidang kode etik di Mabes Polri Jumat (26/8/2022).

Ferdy Sambo dianggap melakukan pelanggaran etik berat sehingga layak mendapatkan hukuman Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Putusan PTDH ini berdasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2003 Tentang Pemberhentian Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia pasal 15 ayat (a) menyebutkan, bahwa pemberhentian anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia akan dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia untuk polisi dengan pangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) atau yang lebih tinggi.

Keputusan pemecatan Ferdy Sambo dilakukan setelah Ferdy Sambo menjalani pemeriksaan dalam sidang kode etik yang berlangsung pada Kamis (24/8) selama lebih dari 18 jam.

Sidang kode etik yang dipimpin oleh Komisaris Jenderal Ahmad Dofiri, Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Pembacaan Putusan Sidang Kode Etik Inspektur Jenderal Polisi Ferdy Sambo, mantan kepala divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Republik Indonesia dibacakan langsung oleh Ahmad Dofiri pada Jumat pukul 02.00 WIB dini hari.

Pada sidang kode etik tersebut, menghadirkan sebanyak 15 saksi, termasuk para tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, yakni Kuat Ma'ruf, Ricky Rizal.

Sidang kode etik terhadap Ferdy Sambo juga meminta keterangan dari tersangka pembunuhan Brigadir J yakni personel polisi berpangkat Bhayangkara Dua (Barada) Richard Eliezer.

Seperti kita tahu Barada Richard Eliezer merupakan ajudan dari Ferdy Sambo yang dalam kasus pembunuhan Brigadir J, bertindak sebagai eksekutor.

Namun dalam kesaksiannya Barada Richard Eliezer menyatakan bahwa tindakan pembunuhan dengan cara penembakan terhadap Brigadir J, ia lakukan atas perintah sang atasan yakni Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo sebelumnya menjanjikan kepada Barada Richard Eliezer bahwa dia tidak akan menjadi tersangka, dan kasusnya akan di hentikan atau Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3).

Buntut pengakuan Barada Richard Eliezer yang menyatakan tindakan pembunuhan yang ia lakukan atas perintah Ferdy Sambo ini yang mampu menguak peristiwa pembunuhan berencana yang sebelumnya terkesan gelap lantaran ditutup-tutupi oleh sekelompok anggota kepolisian atas perintah Ferdy Sambo.

Pada kasus pembunuhan Brigadir J ini polisi telah menetapkan beberapa orang tersangka pembunuhan berencana. Pertama Ferdy Sambo, mantan Kadiv Propam yang berpangkat Inspektur Jenderal atau berbintang dua.

#Irjen Ferdy Sambo #Brigadir J

Berita Populer