Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Rabu, 24 Agustus 2022 19:01

Int
Int

Waspada! Suspek Cacar Monyet di Makassar Bertambah Satu Orang

Saat ini Dinkes Sulsel tengah melakukan pengamatan terhadap pasien dan keluarga. Tracking belum bisa dilakukan karena belum ada hasil laboratorium terhadap sampel pasien suspek cacar monyet.

MAKASSAR, BUKAMATA - Kasus suspek cacar monyet di Kota Makassar, bertambah satu orang. Setelah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Pendidikan Unhas, kini muncul lagi satu pasien dengan gejala yang sama. Pasien tersebut dirawat di Puskesmas Kassi-kassi, Kecamatan Rappocini sejak Selasa malam, 23 Agustus 2022, dan telah dirujuk ke RS Labuang Baji.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin, mengatakan, temuan tersebut menambah jumlah kasus suspek cacar monyet yang ada di Makassar. Iapun mengimbau agar warga tetap waspada. Apalagi Makassar menjadi pintu masuk dan keluar penduduk di Sulsel.

"Kami telah bekerja sama dengan pihak pelabuhan dan bandara untuk memantau pintu kedatangan. Termasuk langkah yang dilakukan memaksimalkan sistem kewaspadaan dini dan respon yang ada di 47 Puskesmas yang ada di Makassar," ungkap Nursaidah, Rabu, 24 Agustus 2022.

Sampel darah kedua pasien yang dicurigai terjangkit virus cacar monyet saat ini tengah dilakukan pengecekan di Laboratorium untuk memastikan positif tidaknya keduanya terjangkit cacar monyet.

"Pasien tersebut dicurigai terinfeksi cacar monyet karena menunjukkan beberapa gejala seperti demam dan ruam-ruam di kulit. Hasilnya kemungkinan baru akan keluar dua minggu ke depan," jelasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulsel, dr Erwan Tri Sulistyo, mengatakan, sesuai ciri-ciri cacar monyet, pasien mengalami demam, ruam-ruam di bagian tubuhnya sehingga dicurigai suspek cacar monyet. Jika pasien suspek pertama pernah memiliki riwayat perjalanan ke Jakarta satu pekan lalu, tidak demikian dengan pasien suspek cacar monyet berumur 20 tahun ini.

"Dia berasal dari Makassar yang usianya baru 20 tahun. Dia tidak pernah kemana-mana, namun penyakit yang dirasakannya punya ciri-ciri menyerupai cacar monyet," ujar dr Erwan.

Pengambilan sampel segera dilakukan oleh tenaga medis kemudian dikirim ke laboratorium Kementerian Kesehatan melalui BBLK (Balai Besar Laboratorium Kesehatan).

"Siang tadi kami kirim sampelnya ke Jakarta, bersamaan dengan sampel pasien suspek pertama. Dimungkinkan sampai besok pagi dan siangnya akan diperiksa di lab Kemenkes. Dua hari setelahnya hasilnya baru bisa diketahui," kata dr Erwan.

Saat ini Dinkes Sulsel tengah melakukan pengamatan terhadap pasien dan keluarga. Menurut dr Erwan, tracking belum bisa dilakukan karena belum ada hasil laboratorium terhadap sampel pasien suspek cacar monyet.

Selain itu, pihaknya tidak ingin menghadirkan kepanikan di masyarakat. Kendati demikian, dr Erwan mengimbau masyarakat Sulsel untuk tetap menjaga protokol kesehatan, khususnya penggunaan masker.

"Ini virus, hampir sama dengan Covid-19, penularannya juga cepat. Maka, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sangat penting menghalau virus ini," ujarnya. (*)

 

#Cacar Monyet #Dinkes Makassar #Dinkes Sulsel