Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Sabtu, 20 Agustus 2022 19:50

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan, secara khusus hadir di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, kemarin, Jumat, 19 Agustus 2022 untuk memberi Kuliah Umum bagi mahasiswa FH Unhas.
Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan, secara khusus hadir di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, kemarin, Jumat, 19 Agustus 2022 untuk memberi Kuliah Umum bagi mahasiswa FH Unhas.

Sepekan, Dua Menteri Kabinet Indonesia Maju Beri Kuliah Umum di Fakultas Hukum Unhas

Kedua Menteri Kabinet Indonesia Maju tersebut memberi Kuliah Umum disambut dan didampingi langsung Dekan Fakultas Hukum, Prof Hamzah Halim hingga ke Baruga Universitas Hasanuddin, lokasi kegiatan berlangsung.

MAKASSAR, BUKAMATA - Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan, secara khusus hadir di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, kemarin, Jumat, 19 Agustus 2022 untuk memberi Kuliah Umum bagi mahasiswa FH Unhas. Hari ini, Sabtu 20 Agustus 2022, giliran Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo juga hadir memberi Kuliah Umum.

Kedua Menteri Kabinet Indonesia Maju tersebut memberi Kuliah Umum disambut dan didampingi langsung Dekan Fakultas Hukum, Prof Hamzah Halim hingga ke Baruga Universitas Hasanuddin, lokasi kegiatan berlangsung.

Luhut dalam kesempatan sehari yang lalu juga meminta kampus merah Unhas untuk membuka jurusan baru program studi Metalurgi.

Metalurgi seperti dijelaskan Wikipedia menerangkan studi yang mempelajari perilaku fisika dan kimia dari unsur logam, baik senyawa antar logam dan paduan-paduan logam yang disebut pula sebagai aloi (lakur).

Selanjutnya, Metalurgi merupakan studi penerapan sains dalam produksi logam dan rekayasa komponen logam untuk digunakan produk yang ditujukan bagi konsumen dan industri manufaktur.

"Saya minta nanti kepada Unhas, supaya barang ini jadi. Kita butuh sumber daya manusia yang mumpuni untuk menggerakkan hilirisasi industri ini, terutama di kawasan Indonesia bagian tengah dan timur. Potensi dari berbagai energi baru dan terbarukan ini sangat banyak di sini, jadi kalau tidak dimanfaatkan, sayang sekali," kata Luhut.

Menko Luhut menerangkan, Indonesia memiliki energi baru dan terbarukan seperti dari kelautan, geotermal, bioenergi, angin, matahari, air. Dari total yang ada sebanyak 437,4 giga watt, Indonesia baru menggunakan 10,4 giga watt saja atau 2,5 persen. Luhut berharap, sumber daya alam Indonesia bisa dimaksimalkan dengan baik dengan dukungan dari SDM yang mumpuni. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Fakultas Hukum Unhas #Luhut Binsar Panjaitan #Mentan SYL

Berita Populer