Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Jumat, 19 Agustus 2022 20:03

Kick Off Program Penguatan PAUD HI Kerjasama UNICEF yang Didukung Pemerintah Jepang, dan Peluncuran Panduan Penyelenggaraan PAUD HI di Sulsel, yang diselenggarakan di Gammara Hotel Makassar, Jumat, 19 Agustus 2022.
Kick Off Program Penguatan PAUD HI Kerjasama UNICEF yang Didukung Pemerintah Jepang, dan Peluncuran Panduan Penyelenggaraan PAUD HI di Sulsel, yang diselenggarakan di Gammara Hotel Makassar, Jumat, 19 Agustus 2022.

UNICEF dan Pemerintah Jepang Support Pengembangan PAUD HI di Sulsel

Bunda PAUD mulai dari Nasional sampai Desa/Kelurahan memiliki peran strategis dalam mendorong terciptanya layanan PAUD HI.

MAKASSAR, BUKAMATA - UNICEF dan Pemerintah Jepang mensupport pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel). Dukungan ini ditunjukkan melalui pelaksanaan Kick Off Program Penguatan PAUD HI Kerjasama UNICEF yang Didukung Pemerintah Jepang, dan Peluncuran Panduan Penyelenggaraan PAUD HI di Sulsel, yang diselenggarakan di Gammara Hotel Makassar, Jumat, 19 Agustus 2022.

Bunda PAUD Sulsel yang diwakili Ketua Pokja Bunda PAUD Sulsel, Sri Astuti Thamrin, saat membuka acara ini, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pelaksana kegiatan ini, sehingga dapat melakukan Kick off Program Penguatan PAUD HI, setelah sekitar dua tahun mengalami pandemi Covid-19, dan yang paling terdampak dalam mengakses pendidikan adalah anak usia dini.

"Program PAUD Holistik Integratif  ini adalah upaya pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis, dan terintegrasi," ujarnya.

Ia mengungkapkan, saat Pandemi Covid-19 tantangan dan ujian bagi kelangsungan proses pembelajaran maupun eksistensi PAUD tidaklah mudah. Peserta didik PAUD belum mampu dan belum saatnya mengoperasikan gawai/smartphone sebagai alat pembelajaran jarak jauh. Proses pembelajaran PAUD yang harusnya bertatap muka dengan penuh dengan kegembiraan, keakraban, kasih sayang, dan keharmonisan lainnya, tidak diperbolehkan. Mereka harus belajar dari rumah dengan pendampingan dari orangtua.

"Kenyataannya dapat dilihat dari hasil Penilaian Kebutuhan Cepat (Rapid Need Assessment) yang dilakukan Save the Children Indonesia pada Bulan April 2020, menunjukkan bahwa 25 persen orang tua tidak memiliki alat dan bahan ajar yang memadai, 40 persen orang tua melihat motivasi anak menurun, dan hampir 30 persen guru membutuhkan materi pembelajaran jarak jauh. Kemungkinan kondisi asli di lapangan jauh lebih besar dari persentase kajian ini," terangnya.

Terkait peluncuran Pedoman Penyelenggaraan PAUD HI, sambungnya, diharapkan dapat menjadi acuan kabupaten kota dalam mewujudkan satuan PAUD HI dengan melibatkan banyak pihak, lintas sektor pemerintahan dan para pemangku kepentingan yang menjadi perwakilan Gugus Tugas PAUD HI, mulai tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota.

"Peran organisasi masyarakat sangat strategis dalam mendukung dan mendampingi penyelenggaraan PAUD HI, salah satunya adalah Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mulai dari tingkat Nasional sampai pada Desa/Kelurahan. Walaupun peran Bunda PAUD melekat pada indikator pendidikan, namun pelayanan Holistik Integratif khususnya pada Kesehatan, Gizi, dan Perawatan, Pengasuhan, Perlindungan dan Kesejahteraan menjadi salah satu ukuran layanan minimal di satuan PAUD," jelasnya.

Ia menambahkan, Bunda PAUD mulai dari Nasional sampai Desa/Kelurahan memiliki peran strategis dalam mendorong terciptanya layanan PAUD HI. Bunda PAUD dapat menggerakkan segenap komponen dan sumber daya yang ada di setiap daerah. Bunda PAUD harus bekerjasama dengan berbagai lembaga baik OPD maupun Lembaga Non Pemerintah, Dunia Usaha, Media Massa, dan Perguruan Tinggi. Termasuk Organisasi Keagamaan, maupun lembaga/ organisasi yang bergerak dibidang seni dan budaya, Lembaga Legislatif, BUMN/ BUMD, dan Corporate Social Responsibility (CSR).

"Penting diingat bahwa Satuan PAUD yang ada di Sulawesi Selatan masih sangat perlu diintervensi lintas sektor agar meningkat menjadi layanan berkualitas Holistik Integratif," pungkasnya. (*)

#UNICEF Indonesia #PAUD HI