MAKASSAR, BUKAMATA - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk menurunkan angka stunting menunjukkan progres yang positif.
Terbukti, Makassar berhasil menduduki peringkat pertama di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan angka stunting paling rendah. Sekitar 5,61 persen (hasil inputan e PPGBM Februari 2022).
Capaian itu disampaikan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto saat membacakan sambutan seragam Gubernur Sulsel pada Upacara HUT RI ke-77 di Anjungan City Of Makassar, Rabu (17/08).
Dalam sambutan seragam yang Ia bacakan sedikit menyinggung soal stunting.
Di mana persoalan stunting menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Baik tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.
Meski Kota Makassar termasuk daerah yang memiliki angka stunting paling rendah di Sulsel namun dia tidak ingin berpuas diri.
Makanya itu, pihaknya menyentuh lorong wisata sebagai upaya menekan angka stunting. Termasuk penanganan rawan sosial yang ada di lorong.
"Stunting ini kita menyentuh lorong karena lorong adalah sel kota. Denyut kehidupan Makassar berawal di sini dengan segala kompleksitas perkotaan yang ada. Insya Allah tahun depan lebih rendah lagi," kata Danny.
Danny menyampaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Fatmawati Rusdi menargetkan zero stunting pada 2024 mendatang.
BERITA TERKAIT
-
Di HUT ke-78 GPIB Immanuel, Munafri Tekankan Pentingnya Peran Gereja Jaga Keharmonisan Kota
-
Wali Kota Appi Ingin PKK Makassar Hadir Lebih Dekat, Bantu Keluarga dan Warga yang Membutuhkan
-
Melinda Aksa Soroti Tantangan Sampah Makassar dalam Seminar Nasional Ekoteologi
-
Lontara+ Disorot SAFEnet, Makassar Didorong Hadirkan Layanan Digital Ramah Disabilitas
-
Perpanjang Kontrak 6.472 PPPK Paruh Waktu, Appi: Bentuk Perhatian Pemkot dan Cegah Pengangguran