Samsul Bahri
Samsul Bahri

Sabtu, 06 Agustus 2022 10:49

Ini Alasan Kenapa Rusia Tidak Gunakan Senjata Nuklir Perang Ukraina

Ini Alasan Kenapa Rusia Tidak Gunakan Senjata Nuklir Perang Ukraina

Pernyataan itu disampaikan setelah pada Rabu lalu delegasi Ukraina di sidang NPT menuduh Rusia melakukan terorisme nuklir. Delegasi itu juga menyebut nuklir Rusia sebagai ancaman terhadap dunia.

 

BUKAMATA - Mengapa negara Rusia tidak menggunakan senjata nuklir saat perang dengan ukraina? Padahal Rusia punya itu, Andrey Belousov, meskipun ada tuduhan kalau senjata itu akan digunakan.

Kepala delagasi Rusia dalam konferensi evaluasi Perjanjian Non-Proliferasi (NPT) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat (AS), Jumat kemarin Belousov  menegaskan, tuduhan negaranya akan menggunakan senjata nuklir di Ukraina tidak bisa dibenarkan dan tidak berdasar.

“Ini tidak mungkin karena pedoman doktrinal Rusia secara ketat mengatur situasi darurat (penggunaan senjata nuklir). Secara hipotesis, penggunaan senjata nuklir mungkin saja saat menanggapi agresi melibatkan senjata pemusnah massal atau saat merespons agresi yang melibatkan senjata konvensional yang mengancam keberadaan negara,” kata Belousov, dikutip dari RT, Sabtu (6/8/2022).

Dia menegaskan, tak satu pun dari hipotetis tersebut sudah terjadi dalam perang di Ukraina. Belousov membantah tuduhan bahwa militernya menempatkan penangkal nuklir dalam kondisi siaga tinggi.

Dia menjelaskan apa yang diterapkan Rusia saat ini adalah meningkatkan kewaspadaan dengan menempatkan personel tambahan di pos komando strategis. Kondisi tersebut sama sekali berbeda dengan keadaan waspada tinggi terhadap kekuatan nuklir strategis.

Lebih lanjut dia mengatakan, peringatan tentang risiko serius perang nuklir yang disampaikan beberapa pejabat Rusia, dalam konteks perang Ukraina, diarahkan kepada NATO. Itu merupakan cara untuk mencegah negara-negara Barat agar tidak terlibat langsung dalam perang.

Pernyataan itu disampaikan setelah pada Rabu lalu delegasi Ukraina di sidang NPT menuduh Rusia melakukan terorisme nuklir. Delegasi itu juga menyebut nuklir Rusia sebagai ancaman terhadap dunia.

Sementara itu Presiden Vladimir Putin dalam suratnya untuk pertemuan NPT pada Senin lalu menegaskan, tidak akan ada negara yang menang dalam perang nuklir. Dia juga menekankan perang nuklir juga tidak boleh terjadi.

Di hari yang sama, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken juga menuduh Rusia akan menggunakan senjata nuklir secara sembrono dan berbahaya untuk menyerang negara-negara yang membela Ukraina. 

Blinken menyebut AS sebagai negara nuklir yang jauh lebih bertanggung jawab. AS akan mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir hanya dalam keadaan ekstrem demi membela kepentingan vital dalam negeri, sekutu, serta para mitranya.

#Nuklir #Perang rusia-ukraina