TORAJA UTARA, BUKAMATA - Peningkatan cakupan vaksinasi terus dilakukan Badan Intelijan Negara (BIN) Sulsel di seluruh kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Toraja Utara. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi penyebaran subvarian Covid-19 yang baru ditemukan, Omicron BA.4 dan BA.5.
Koordinator BIN Daerah Wilayah (Binda Korwil) Toraja Utara, Nata, mengatakan, seperti wilayah lainnya di Sulsel, Binda Toraja Utara juga melaksanakan percepatan dan peningkatan cakupan vaksinasi dengan tujuan membantu pemerintah dalam memaksimalkan herd immunity atau kekebalan kelompok. Dengan harapan, masyarakat bisa lebih kebal dalam menghadapi Covid-19, termasuk untuk varian barunya.
Selain itu, vaksinasi disebut Nata, sebagai upaya meminimalisir dampak terburuk dari penyebaran Covid-19.
"Pelaksanaan vaksinasi kali ini memfokuskan percepatan vaksinasi dosis kedua dan ketiga atau booster. Ini merupakan upaya yang dilakukan pemerintah, dengan melibatkan Binda dalam mengantisipasi penyebaran subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang baru ditemukan. Kami sasar masyarakat yang belum melakukan vaksin kedua dan ketiga. Meski demikian, kita juga tetap melayani masyarakat yang baru melakukan vaksin dosis pertama," jelas Nata.
Lanjutnya, vaksinasi yang digenjot Binda Sulsel ini dilakukan untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19. Apalagi saat ini status penyebaran Covid-19 masih pandemi. Diharapkan dengan tingginya cakupan vaksinasi dapat mendorong transisi dari pandemi menuju endemi.
"Vaksinasi yang kita dorong ini untuk meningkatkan imunitas, agar kebal dan kuat dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Kami harapkan masyarakat ambil bagian dalam mencegah penyebaran Covid-19 ini. Termasuk mendukung langkah-langkah pemerintah mendorong perubahan status Covid-19 dari pandemi menuju endemi," harap Nata.(*)
BERITA TERKAIT
-
Keluhan Warga Terjawab, Gubernur Sulsel Mulai Bangun Permanen Jalan Strategis Moncongloe Senilai Rp239 Miliar
-
Ancaman El Nino Hantui Sawah Tadah Hujan, Bupati Sidrap Instruksikan Tiga Instansi Kepung Kekeringan di Kulo
-
Bappenas Bidik Sidrap Jadi Daerah Percontohan Nasional Ketahanan Pangan dan Energi Terbarukan
-
Dihantam Pemotongan Anggaran Rp210 Miliar, Bupati Takalar: Kita Tidak Bisa Hanya Menunggu Pusat
-
Belajar dari Kasus Bibit Mandul, Gubernur Andi Sudirman Seleksi Ketat Penerima Bantuan Kementan