MAKASSAR, BUKAMATA - Dua perusahaan asal Sulsel berhasil mendapatkan rekomendasi untuk melakukan ekspor serpih porang ke Cina. Kedua perusahaan tersebut, yakni PT Harvestama Biota Alam dan PT Insan Agro Sejahtera.
Kepala Balai Karantina Pertanian Makassar, Lutfie Natsir, mengatakan, pengajuan proses rekomendasi ekspor dan eksportir serpih porang tujuan Cina tahap pertama dilakukan oleh Badan Karantina Perantina kepada GACC pada Bulan Maret 2022, dengan meregistrasi dan merekomendasikan dua perusahaan eksportir serpih porang asal Sulsel, yaitu PT Harvestama Biota Alam dan PT Insan Agro Sejahtera. Tahapan registrasi ekspor ini berhasil dilakukan dengan diterbitkannya nomor registrasi GACC pada system China Import Food Enterprises Registration (CIFER).
"Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi yang menjadi sentra produksi porang di Indonesia," ujarnya, Kamis, 23 Juni 2022.
Ia mengungkapkan, adapun beberapa daerah yang menjadi daerah pengembangan produksi porang di Sulsel antara lain Gowa, Pangkep, Bone, Soppeng, Wajo, Pinrang, Sidrap, Luwu, Sinjai, Bulukumba, Barru, Maros, Takalar, Bantaeng dan Sidrap.
"Selama ini kita melakukan ekspor porang tapi bukan ke Cina, ke Vietnam. Namun dengan dibukanya ekspor ini, kita harap ekspor porang dapat berkesinambungan serta harga porang bisa naik," tutur Lutfie.
Sejalan dengan Kepala Balai Karantina Pertanian Makassar, Koordinator Bidang Tumbuhan, Nuni Ujiani Natsir, juga sangat menyambut baik dibukanya ekspor porang ini. Terlebih lagi karena perusahaan yang disertifikasi pertama adalah perusahaan yang berasal dari Sulsel.
"Kami berharap, dengan dibukanya ekspor porang ke Cina yang sempat terhenti dapat menggenjot kembali geliat ekspor porang di Sulsel. Kami selalu berupaya melakukan pendampingan terhadap para eksportir, bukan hanya porang tetapi juga komoditas lain sebagai bentuk dukungan kami terhadap percepatan Gratieks," terangnya.
Selain Cina, terdapat beberapa negara yang merupakan tujuan ekspor porang dari Sulsel. Antara lain, Vietnam, Hongkong, Thailand, Laos, Malaysia dan Cile. Dengan besaran ekspor porang dari tahun 2019 hingga tahun 2021 berturut – turut adalah 727 ton, 1.045, 89 ton dan 1.011,20 ton.
Diketahui, ekspor porang ke Cina sempat dihentikan sejak Juni 2020 lalu, melalui Notice on Stopping Release of Imported Konjac Chips. Hal ini mengakibatkan dihentikannya pelepasan serpih porang Indonesia yang telah tiba di Cina, maupun terhentinya ekspor serpih porang tujuan negara tersebut.
Hal ini kemudian mengakibatkan penurunan yang cukup signifikan terhadap ekspor serpih porang dari Indonesia menuju Cina di tahun 2021, dengan besaran penurunan 75 persen dari tahun 2020 hingga 2021. (*)
BERITA TERKAIT
-
Dukung Percepatan Ekspor, Karantina Makassar Edukasi Petani Kakao di Luwu
-
Perdana, Karantina Makassar Sertifikasi 27 Ton Sapu Lidi Tujuan Cina
-
Karantina Pertanian Makassar Serahkan Nuri Kepala Hitam Tak Bertuan Ke BKSDA
-
Dokumen Tidak Lengkap, Karantina Pertanian Makassar Tolak 6 Ekor Kerbau Asal Surabaya Masuk Sulsel
-
Terus Pacu Peningkatan Ekspor di Sulsel, Karantina Pertanian Makassar Rangkul Export Centre