Bunga Zainal Heran SYL Kaget Harga Cabe Naik: yang Kudu Bingung Kita Atuh Pak
Bunga Zainal justru merasa heran mengapa Syahrul Yasin Limpo sebagai Menteri Pertanian yang bingung atas masalah ini. Ia menilai bahwa pihak yang bingung seharusnya adalah masyarakat sebagai pihak diluar Pemerintahan.
BUKAMATA – Selebriti Bunga Zainal menanggapi soal Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo yang heran mengapa harga cabai bisa mahal di pasar.

Bunga Zainal justru merasa heran mengapa Syahrul Yasin Limpo sebagai Menteri Pertanian yang bingung atas masalah ini. Ia menilai bahwa pihak yang bingung seharusnya adalah masyarakat sebagai pihak diluar Pemerintahan.
“Lah bapak bingung?” kata Bunga Zainal melalui Instagram Story-nya, @bungazainal05, dikutip Bukamata dari HopsID, Kamis (23/6/2022).
“Yang kudu bingung ya kita atuh pak. Di petani murah, sampe pasar bisa mahal, lah piye. Ah Marimar namem cabe aja dah. Wkwkwkwkwwk,” sambungnya.
Dilansir dari berita Detik yang dibagikan Bunga Zainal, Menteri Pertanian merasa heran dengan harga cabai dan bawang merah yang melonjak tinggi.
Pasalnya, stok cabai di daerah, khususnya di Wonosobo dilaporkan aman. Rasa heran Menteri Pertanian ini ia tunjukkan saat mengunjungi lokasi pelaksanaan acara Gelar Bawang Merah dan Cabai Murah di kawasan Toko Tani Indonesia Centre (TTIC) Ragunan.
Awalnya, Andi yang merupakan Ketua Korporasi Petani Temanggung-Wonosobo melaporkan soal ketersediaan cabai di Wonosobo.
“Stok aman, Pak,” ujar Andi kepada Syarul Yasin Limpo pada Minggu, 19 Juni 2022.
Syarul Yasin Limpo yang mendengar jawaban tersebut lantas bertanya balik. Ia merasa heran mengapa harga cabai menjadi mahal di pasar.
“Lah kok nyampe sini harganya jadi mahal?” tanya Syarul
Andi lalu mengatakan kepada Syahrul Yasin Limpo bahwa dirinya tak tahu menahu mengenai alasan harga cabai melonjak tinggi di ibu kota.
Pasalnya, menurut dia, ketersediaan cabai di daerahnya sendiri tergolong aman.
Andi menambahkan bahwa kondisi cuaca saat ini memang terbilang ekstrem dengan curah hujan yang tinggi.
Meski begitu, menurutnya, cuaca ekstrem ini tidak terlalu mengganggu produksi cabai di wilayah atas.
Ia menjelaskan, hal ini berbeda dengan di wilayah bawah yang terkena permasalahan seperti serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).
“Di sini saya membawa 3 jenis, ada cabai rentul (rawit) merah, cabai mana (besar) merah dan cabai keriting,” kata Andi.
“Dimintanya bawa 1.5 ton, tapi ya 1.2 ton ini sudah yang terbaik yang bisa kami berikan dengan waktu yang mepet ya,” sambungnya.
News Feed
Ikatek Unhas Borong Dua Gelar, Tampil Dominan di AAS Cup II 2026
18 Mei 2026 12:03
Laga Panas di BJ Habibie Pare-pare: Persib Menang, Suporter PSM Meradang
17 Mei 2026 23:52
Bungkam Juku Eja di Parepare, Persib Bandung Amankan Tiga Poin Krusial!
17 Mei 2026 21:51
Berita Populer
18 Mei 2026 12:03
18 Mei 2026 12:09
