Hikmah
Hikmah

Selasa, 14 Juni 2022 10:57

Efek Inflasi AS, Mata Uang Asia Keok, Rupiah Tembus 14.700

Efek Inflasi AS, Mata Uang Asia Keok, Rupiah Tembus 14.700

Rupiah dibuka melemah 0,56 persen atau 82,5 poin sehingga kini menyentuh angka Rp14.764,00 per dolar AS, angka tersebut merupakan kinerja rupiah terburuk sejak Februari 2021.

BUKAMATA - Mata uang di Asia tidak berdaya menghadapi inflasi yang terus terjadi di Amerika Serikat. Pagi ini, mata uang negara-negara asia kompak anjok di pimpin oleh Rupiah. 

Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Indonesia dibuka melemah 0,56 persen atau 82,5 poin sehingga kini menyentuh angka Rp14.764,00 per dolar AS, angka tersebut merupakan kinerja rupiah terburuk sejak Februari 2021.

Menyusul rupiah mata uang lain, won Korea Selatan turut tersungkur 0,55 persen. Selain itu, rupee India juga jeblok 0,25 persen, baht Thailand turun 0,17 persen. 

Tanda-tanda rupiah bakal melemah sudah terlihat sejak pagi tadi, bahkan berisiko semakin terpuruk lagi. Pergerakannya di pasar non-deliverable forward jauh lebih lemah pagi ini ketimbang beberapa saat setelah penutupan perdagangan kemarin.

Sebelumnya, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam dalam riset harian Senin (13/6/2022), memperkirakan untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.670 - Rp14.730. 

Dolar menguat terhadap mata uang lainnya, karena data inflasi AS yang panas dan bank sentral global yang akan menaikan suku bunga acuan sehingga mendorong imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun juga naik ke level tertinggi sejak 9 Mei. 

Data inflasi AS Jumat menunjukkan bahwa indeks harga konsumen AS yang dirilis Jumat naik 8,6 persen secara tahunan pada Mei 2022, tertinggi baru 40 tahun, menambah kekhawatiran investor tentang resesi yang disebabkan oleh pengetatan kebijakan moneter dari Federal Reserve. 

"Upaya bank sentral untuk menaikkan suku bunga untuk mengurangi inflasi akan tetap menjadi fokus minggu ini yang akan diadakan pada hari Rabu. Federal Reserve dan Bank of England diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada pertemuan mereka dan ada kemungkinan Swiss National Bank juga akan menaikkan, tetapi sedikit perubahan yang diharapkan dari Bank of Japan," ungkapnya dalam riset harian dikutip dari Bisnisdotcom Selasa (14/6/2022). 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Rupiah anjlok #Nilai tukar rupiah

Berita Populer