Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Minggu, 05 Juni 2022 11:20

Muhibah Budaya Jalur Rempah mengunjungi Benteng Sombaopu, di Kelurahan Benteng Sombaopu, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sabtu, 4 Juni 2022.
Muhibah Budaya Jalur Rempah mengunjungi Benteng Sombaopu, di Kelurahan Benteng Sombaopu, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sabtu, 4 Juni 2022.

Muhibah Budaya Jalur Rempah Kunjungi Benteng Sombaopu

Makassar menjadi salah satu titik jalur rempah yang digunakan sebagai persinggahan Kapal Dewa Ruci. Kunjungan ini untuk memahami sejarah yang ada di Sulsel, mulai dari kebudayaan, rempah-rempah dan jalur perdagangan.

MAKASSAR, BUKAMATA - Rombongan Muhibah Budaya Jalur Rempah mengunjungi Benteng Sombaopu, di Kelurahan Benteng Sombaopu, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sabtu, 4 Juni 2022. Rombongan terdiri dari 37 Laskar Rempah, perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia.

Rombongan diterima Kepala Dinas Pariwisata Sulsel, Prof Muh Jufri, didampingi Sekretaris Devo Khadafi. Rombongan diberikan penjelasan mengenai sejarah dan kejayaan Benteng Sombaopu, serta napak tilas jejak perdagangan rempah masa lampau yang terjadi di Makassar.

Mereka juga disajikan cerita sejarah tentang kebesaran sosok Karaeng Pattingalloang yang lahir pada abad 16, seorang tokoh cendekiawan Kerajaan Gowa-Tallo yang pada masanya memiliki pengetahuan luas akan dunia global. Ia juga dijuluki sebagai Bapak Makassar. Dimana semasa hidupnya, ia kerap membuat orang Eropa kagum terhadap kemampuannya, mulai dari kemahirannya dalam berbagai bahasa asing serta kegemarannya mengoleksi benda-benda unik. Salah satu yang terunik ialah pada tahun 1644, ia memesan dua bola dunia, peta dunia besar, serta dua buah teropong. Benda yang ia pesan dari Belanda tersebut sontak membuat kaget dan semakin menarik perhatian ilmuwan Eropa.

Dr Restu Gunawan MHUM dari Kementrian Pendidikan yang mendampingi Laskar Rempah, menjelaskan, Makassar menjadi salah satu titik jalur rempah yang digunakan sebagai persinggahan Kapal Dewa Ruci. Kunjungan ini untuk memahami sejarah yang ada di Sulsel.

"Jadi anak-anak akan mendapatkan asupan tentang aspek kebudayaan, rempah-rempah dan jalur perdagangan," ujar Restu.

Begitupun dengan sejarah Karaeng Pattingalloang, ilmuan yang luar biasa.

"Mudah-mudahan memberi spirit pada adik-adik juga, bahwa di Sulsel pada tahun 1600 an ada tokoh yang luar biasa cerdas. Harapannya, anak-anak dari seluruh Indonesia ini menyampaikan pesan pesan itu," imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, rombongan muhibah jalur rempah juga mengunjungi pameran seni rupa yang sementara berlangsung di Benteng Somba Opu. (*)

 

#Muhibah budaya jalur rempah #Benteng sombaopu #Karaeng pattingalloang #Pariwisata Sulsel