Hikmah
Hikmah

Senin, 30 Mei 2022 12:31

Tangkapan layar aplikasi Coinmarkercap
Tangkapan layar aplikasi Coinmarkercap

Kompak Menghijau, Akankah Aset Kripto Kembali Menguat?

Pekan ini, Bitcoin kembali ke titik resistennya di angka USD30 per keping setelah hampir sebulan bertengger di bawah USD 30.

BUKAMATA - Harga mata uang digital atau Cryptocurrency mulai kembali bertenaga. Dikutip dari CoinMarkerCap, raksasa-raksasa Kripto seperti Bitcoin dan Ethereum mulai bergerak menghijau di penghujung Mei 

Setelah terpental 21,7 persen sepanjang bulan. Pekan ini, Bitcoin kembali ke titik resistennya di angka USD30 per keping setelah hampir sebulan bertengger di bawah USD 30. Bitcoin naik 0,47 persen dari pekan lalu dan naik 4,8 persen selama 24 jam terkahir. 

Bitcoin tidak sendiri Ethereum juga terpantau naik 1,05 persen dalam 24 jam terkahir setelah Dibayang-bayangi penurunan sebesar 15, 40 persen sebulan terkahir. 

Ada juga GMT yang tiba-tiba mencuat kepermukaan dengan terbang 21,5 persen dalam 24 jam terkahir padahal pekan lalu, turun sebesar 15, 2 persen. 

EGLD juga naik 14,18 persen hari. Setelah sempat keok 9,32 persen pekan lalu. LDO mengalami trend serupa dengan naik 11,43 persen hari ini setelah pekan lalu turun 7,9 persen. 

Mengutip Coindesk, dalam jangka pendek, harga kripto bisa stabil. Walau demikian, aksi short selling besar-besaran selama beberapa minggu terakhir, menandakan adanya tekanan pendek di minggu-minggu mendatang.

“Walau demikian, masih ada penyeimbang di akhir bulan yang dapat membantu pergerakan kripto," kata David Duong, kepala penelitian institusional di Coinbase, mengutip CoindeskCoindesk via Kompasdotcom. 

Dan di sisi makro, MRB Partners, sebuah perusahaan riset investasi global, memprediksi pasar ekuitas akan segera pulih jika kondisi pertumbuhan global terbukti tangguh. MRB mengasumsikan ekspektasi suku bunga dan imbal hasil obligasi tetap tenang saat ini karena inflasi akan melambats sementara waktu.

“Kenaikan jangka pendek pada harga saham bisa menjadi penarik untuk kripto, dengan asumsi korelasi tinggi antara keduanya. Sebaliknya, mungkin penurunan harga kripto menandakan kenaikan terbatas pada saham karena sentimen risk-off berlaku,” ujar MRB.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Aset kripto #Mata uang digital