Samsul Bahri
Samsul Bahri

Senin, 28 Maret 2022 18:41

Megawati Soekarno Putri (Net)
Megawati Soekarno Putri (Net)

Polemik Minyak Goreng, Danny Pomanto Hingga Megawati Ajak Warga Rebus Makanan

Mega awalnya mengaku tidak paham dengan apa yang dimaksud Bung Karno. Namun setelah beranjak dewasa, ia paham dengan apa yang disampaikan sang ayah.

BUKAMATA - Menyikapi polemik kelangkaan minyak goreng di Indonesia beberapa tokoh mengajak mengubah cara memasak dengan direbus. Seperti halnya di Kota Makassr, Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mengajak warganya untuk merebus makanan seperti Umbi-umbian dan sebagainya.

Sama halnya putri Presiden pertama Soekarno, Megawati Seokarno Putri juga menyikapi kegaduhan kelangkaan dan harga minyak goreng saat ini, Mega merespons kenaikan minyak goreng dengan ajakan mengubah pola memasak dari kebiasaan memakai minyak menjadi direbus atau dibakar.

Usai menyampaikan ajakan tersebut, ia mengaku kerap disebut aneh karena ikut campur mengurusi soal makanan, bukan lebih banyak bicara masalah politik. Namun baginya, berpolitik adalah berbicara soal kehidupan, termasuk soal makanan.

“Saya mengatakan bahwa politik bukan politik, politic its not only politic, tapi politik itu sebetulnya adalah bagian dari kehidupan,” tandas Mega. 

Pemenuhan kebutuhan masyarakat adalah hukum yang wajib dipenuhi seorang pemimpin kepada rakyatnya. Hal itu disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri sebagaimana pesan sang ayah sekaligus Presiden Pertama RI, Soekarno.

"Pertanyaan yang tidak akan pernah saya lupakan ketika bertanya pada ayah saya. Sebenernya kalau berpolitik itu yang paling penting untuk rakyat apa toh bapak? Beliau dengan enteng mengatakan, yang namanya perut harus kenyang,” kata Megawati saat sambutan dalam acara demo memasak tanpa minyak goreng, Senin (28/3/2022).

Mega awalnya mengaku tidak paham dengan apa yang dimaksud Bung Karno. Namun setelah beranjak dewasa, ia paham dengan apa yang disampaikan sang ayah.

“Karena saya dapat merasakan, kalau saya lapar saja untuk mengerjakan PR sekolah itu rasanya susah sekali,” jelas Mega.

Megawati menceritakan hal itu berkenaan dengan gaduh mengenai kenaikan harga minyak goreng. Belum lama ini, Mega merespons kenaikan minyak goreng dengan ajakan mengubah pola memasak dari kebiasaan memakai minyak menjadi direbus atau dibakar.

Usai menyampaikan ajakan tersebut, ia mengaku kerap disebut aneh karena ikut campur mengurusi soal makanan, bukan lebih banyak bicara masalah politik. Namun baginya, berpolitik adalah berbicara soal kehidupan, termasuk soal makanan.

“Saya mengatakan bahwa politik bukan politik, politic its not only politic, tapi politik itu sebetulnya adalah bagian dari kehidupan,” demikian Mega.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Kelangkaan minyak goreng #Makassar Sehat dengan Rebus #Danny Pomanto #Megawati Soekarnoputri