BUKAMATA - Lembaga intelijen Amerika Serikat, FBI menuduh empat orang Rusia meretas perusahaan energi di seluruh dunia. Mereka dinilai menggunakan teknik yang dirancang untuk memungkinkan kerusakan fisik di masa depan dengan potensi efek bencana.
Dua dakwaan tertutup mengklaim orang-orang itu bekerja untuk pemerintah Rusia, sambil menargetkan ratusan korban di lebih dari 135 negara termasuk Inggris, Irlandia, dan bahkan China antara 2012 dan 2018.
Para peretas dituduh membobol dan mengancam infrastruktur penting. "Baik di Amerika Serikat maupun di seluruh dunia," ujar wakil jaksa agung AS, Lisa Monaco, dikutip dari Sky News, Sabtu (26/3/2022).
Dan ada hadiah hingga 10 juta dolar AS untuk informasi tentang masing-masing tertuduh tersebut.
Di dalam dakwaan pertama adalah Evgeny Viktorovich Gladkikh, yang diduga bekerja untuk kementerian pertahanan Rusia.
Sementara dakwaan kedua ada Pavel Aleksandrovich Akulov, Mikhail Mikhailovich Gavrilov, dan Marat Valeryevich Tyukov yang dituduh bekerja untuk dinas keamanan Rusia.
Di antara serangan itu adalah satu yang menargetkan pabrik petrokimia di Arab Saudi dengan malware yang dirancang khusus untuk menargetkan penggantian keamanan planet, menurut Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris.
BERITA TERKAIT
-
Dari 3 Benua: 34 Tim Nasional Siap Berlaga di Piala Dunia 2026
-
Gempa Dahsyat Magnitudo 8,0 Guncang Rusia, BMKG: Berpotensi Tsunami hingga Indonesia
-
Kirim 200 Surat Tarif Impor ke Mitra Dagang, Trump Tutup Ruang Negosiasi Ulang
-
Rusia Jadi Negara Pertama yang Mengakui Pemerintahan Taliban di Afghanistan
-
Jalan Layang Runtuh, Tujuh Orang Dilaporkan Tewas