Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Jumat, 25 Maret 2022 11:57

Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/Polri (FKPPI) Makassar, mengecam tindakan pengeroyokan terhadap utusan resmi FKPPI, Syamsul, di Musyawarah Kecamatan (Muscam) KNPI Mamajang.
Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/Polri (FKPPI) Makassar, mengecam tindakan pengeroyokan terhadap utusan resmi FKPPI, Syamsul, di Musyawarah Kecamatan (Muscam) KNPI Mamajang.

FKPPI Minta Pelaku Pengeroyokan di Muscam KNPI Mamajang Menyerahkan Diri

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Mamajang, dengan nomor laporan STPL /78/III/2022/Restabes Makassar/Sek.

MAKASSAR, BUKAMATA - Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/Polri (FKPPI) Makassar, mengecam tindakan pengeroyokan terhadap utusan resmi FKPPI, Syamsul, di Musyawarah Kecamatan (Muscam) KNPI Mamajang. Iapun meminta pelaku pemukulan menyerahkan diri, dan berharap kepolisian segera menuntaskan kasus tersebut.

"Kami minta pelaku segera menyerahkan diri. Jangan sampai memancing terjadinya aksi main hakim sendiri," kata Adri Ondong Lairing, Wakil Ketua FKPPI Makassar, Jumat, 25 Maret 2022.

Ia mengungkapkan, kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Mamajang, dengan nomor laporan STPL /78/III/2022/Restabes Makassar/Sek. Ondong mengaku percaya, pihak kepolisian bisa menyelesaikan kasus tersebut dan menangkap pelaku secepatnya.

"Kami yakin dan percaya, polisi bisa menangkap pelaku pengeroyokan secepatnya," pungkasnya.

Diketahui, Pemilihan Ketua KNPI Kecamatan Mamajang, Kota Makassar diwarnai insiden pengeroyokan terhadap Syamsul, utusan resmi FKPPI Makassar, yang juga merupakan calon ketua KNPI Kecamatan Mamajang. Akibatnya, Syamsul mengalami memar dan benjol di bagian kepala.

Halim, salah satu warga Jalan Musang diduga menjadi pelaku penganiayaan terhadap Syamsul. Dalam keterangannya di kepolisian, Syamsul menuturkan, pada Kamis tanggal 24 Maret 2022 sekitar pukul 18:00 WITA di Jalan Lanto Dg Pasewang, tepatnya di halaman kantor Camat Mamajang, tiba-tiba pelaku (Halim) mendekati korban dan langsung memukul secara bersama-sama yang mengakibatkan luka memar dan bengkak. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#FKPPI Makassar #KNPI Makassar #Pengeroyokan