BUKAMATA — Perbankan memacu penyaluran kredit untuk investasi sejak awal tahun. Data Bank Indonesia (BI) mencatat Kredit Investasi tumbuh stabil sebesar 3,2% year on year (yoy) menjadi Rp 1.484,9 triliun pada Januari 2022.
"Terdapat peningkatan penyaluran kredit investasi pada sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan yang diimbangi dengan penurunan pertumbuhan kredit investasi sektor perdagangan, hotel, dan restoran (PHR)," kata Analisis Uang Beredar BI, dikutip Bukamata dari laman Kontan, Senin (14/3/2022).
Kredit investasi sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan tumbuh sebesar 3,5% yoy menjadi Rp 239,8 triliun. Terutama kredit yang disalurkan untuk sub sektor perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah.
Di sisi lain, KI sektor PHR pada bulan Januari 2022 tumbuh negatif sebesar -0,4% yoy menjadi Rp 222,7 triliun. Pencapaian ini berbalik arah dibandingkan bulan sebelumnya 0,9% yoy.
Seiring perlambatan kredit pada subsektor perdagangan eceran kertas, barang-barang dari kertas, alat tulis, barang cetakan di Jawa Barat.
Asal tahu saja, fungsi intermediasi perbankan pada Januari 2022 terus menunjukkan tren positif. Penyaluran kredit perbankan tumbuh 5,5% year on year (yoy) menjadi sebesar Rp5.700,0 triliun pada Januari 2022.
Terdapat akselerasi penyaluran kredit kepada korporasi sebesar 5,4% yoy pada Januari 2022. Sementara itu, kredit kepada perorangan tercatat tumbuh melambat sebesar 7,1% yoy.
Adapun berdasarkan jenis penggunaan, peningkatan penyaluran kredit pada Januari 2022 terutama terjadi pada Kredit Modal Kerja KMK dan Kredit Konsumsi (KK), sementara Kredit Investasi (KI) tumbuh stabil.
BERITA TERKAIT
-
BI Luncurkan Laporan Perekonomian Indonesia 2025
-
CHAPTER 2025, BI Apresiasi Mitra Strategis yang Berkontribusi dalam Perluasan Digitalisasi Sistem Pembayaran di Sulsel
-
Di Tengah Ketidakpastian Global, Ekonomi Sulsel Tetap Terjaga dengan Pertumbuhan Tahunan 5,25 Persen
-
BI Perkuat Ketahanan Pangan, Panen Perdana Padi Gamagora 7 di Maros dengan Produktivitas Fantastis
-
Redenominasi Rupiah Resmi Masuk Agenda 2027, Menkeu Purbaya: Kewenangan Penuh Ada di BI