Anak-anak dengan Mata Juling Punya Risiko Terkena Masalah Kesehatan Mental
Anak-anak dengan strabismus, atau yang terkadang disebut mata juling, memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk mengalami masalah kesehatan mental dibandingkan mereka yang tidak memiliki kondisi tersebut.
BUKAMATA - Anak-anak dengan strabismus, atau yang terkadang disebut mata juling, memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk mengalami masalah kesehatan mental dibandingkan mereka yang tidak memiliki kondisi tersebut.
Hal itu diungkapkan sebuah studi yang diterbitkan oleh JAMA Ophthalmology, dikutip dari UPI, Jumat (11/3/2022).
Dari data yang ditunjukkan, anak-ana dengan strabismus memiliki risiko gangguan kecemasan atau perasaan cemas dan takut yang terus-menerus dan tak terkendali yang memengaruhi fungsi sehari-hari seseorang lebih besar dari mereka yang tidak memiliki kondisi tersebut.
Anak-anak dengan kondisi tersebut, yang menyebabkan mata tidak sejajar satu sama lain, juga memiliki risiko skizofrenia 83% lebih tinggi, risiko gangguan bipolar 64% lebih tinggi, dan risiko depresi 61% lebih tinggi seiring bertambahnya usia, kata para peneliti. .
Orang dengan skizofrenia mengalami halusinasi, delusi, paranoia, dan pemikiran yang tidak teratur, sementara mereka yang menderita gangguan bipolar menderita periode depresi berat, atau kesedihan, diikuti oleh suasana hati yang meningkat secara tidak normal, menurut National Institute of Mental Health.
"Strabismus menyebabkan banyak masalah fungsional dan psikososial untuk anak-anak mulai dari penglihatan yang buruk hingga stigma sosial," rekan penulis studi Dr. Stacy L. Pineles mengatakan kepada UPI melalui email.
"Anak-anak dengan strabismus cenderung memiliki skor kualitas hidup yang lebih rendah, lebih banyak isolasi sosial dan keterbatasan lain karena penglihatan dan penampilan mereka," kata Pineles, seorang profesor oftalmologi di UCLA Health.
"Mengingat konsekuensi ini, masuk akal bahwa mereka mungkin lebih cenderung mengalami kecemasan atau depresi," tambahnya.
Penelitian sebelumnya telah menghubungkan strabismus dan bentuk lain dari divergensi mata dengan gangguan kesehatan mental.
Sekitar 4% anak-anak di Amerika Serikat memiliki strabismus, yang biasanya disebabkan oleh kontrol otot mata yang buruk atau rabun jauh, menurut American Academy of Ophthalmology.
Kondisi ini biasanya berkembang pada bayi dan anak kecil, paling sering pada usia 3 tahun, dan dapat diobati dengan kacamata khusus atau lensa kontak, serta obat-obatan dan pembedahan, kata akademi.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
Berita Populer
31 Januari 2026 08:38
31 Januari 2026 08:47
31 Januari 2026 11:46
31 Januari 2026 12:32
31 Januari 2026 15:51
