BUKAMATA — Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan ekonomi Indonesia pada tahun ini belum kembali normal, setelah diguncang oleh pandemi Covid-19 sejak 2020.
"Kalau perhitungan BI kita belum normal, belum pulih benar," ujar Perry dalam acara Forum Group Discussion (FGD) dengan media, Rabu (23/2/2022).
Pernyataan ini didasari dari perhitungan BI di sisi inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Dari sisi inflasi, Indeks Harga Konsumen (IHK) masih berada di bawah 2 persen saat ini. Sementara itu, sasaran yang ditetapkan BI adalah 2-4 persen pada tahun ini.
Kemudian, dari sisi pertumbuhan ekonomi, Perry mengungkapkan pertumbuhan ekonomi normal untuk Indonesia berada di kisaran rata-rata 5,1-5,2 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata mencapai 3,7 persen saat ini.
Lantas, kapan ekonomi Indonesia kembali normal?
BI memperkirakan Indonesia baru mulai masuk ke arah normal kemungkinan kuartal III.
"Baru mulai masuk normal. Tahun depan baru masuk normal, ukurannya dari pertumbuhan ekonomi ya," lanjut Perry.
Dia memaparkan permintaan agregat saat ini meningkat. Tetapi, peningkatannya masih di bawah kapasitas outpout nasional, atau kesenjangan output-nya masih negatif.
Adapun, BI optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini akan mencapai kisaran 4,7 hingga 5,5 persen.
Sementara itu, Gubernur BI memastikan dampak dari risiko global ke stabilitas sistem keuangan dan eksternal Indonesia juga masih terbatas.
BERITA TERKAIT
-
BI Luncurkan Laporan Perekonomian Indonesia 2025
-
CHAPTER 2025, BI Apresiasi Mitra Strategis yang Berkontribusi dalam Perluasan Digitalisasi Sistem Pembayaran di Sulsel
-
Di Tengah Ketidakpastian Global, Ekonomi Sulsel Tetap Terjaga dengan Pertumbuhan Tahunan 5,25 Persen
-
BI Perkuat Ketahanan Pangan, Panen Perdana Padi Gamagora 7 di Maros dengan Produktivitas Fantastis
-
Redenominasi Rupiah Resmi Masuk Agenda 2027, Menkeu Purbaya: Kewenangan Penuh Ada di BI