Rahma Amin
Rahma Amin

Rabu, 05 Januari 2022 14:40

Politikus Partai Demokrat Sulsel, Japri Y Timbo bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.
Politikus Partai Demokrat Sulsel, Japri Y Timbo bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Japri Harap DPP Berkaca ke Musda Demokrat NTT

Politikus Partai Demokrat Sulsel, Japri Y Timbo menilai penetapan Ketua DPD Demokrat Lampung dan NTT juga membuktikan bahwa proses demokrasi di tubuh partai berlambang mercy berjalan baik.

MAKASSAR, BUKAMATA -- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat telah menyelesaikan agenda suksesi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di Provinsi Lampung dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menariknya, nakhoda baru di dua provinsi ini menumbangkan petahana dengan hanya selisih satu dan dua suara saja. Mereka diberikan amanah lantaran merupakan pemegang dukungan mayoritas.

Sekadar diketahui, DPP menunjuk Edy Irawan Arief sebagai Ketua DPD Demokrat Lampung. Tidak main-main, Edy mengalahkan petahana dua periode Ridho Ficardo hanya dengan selisih dua suara. Sedangkan di NTT, DPP Demokrat memilih Leonardus Lelo menggantikan petahana, Jefry Riwu Kore, yang juga Wali Kota Lampung. Petahana tumbang hanya kalah satu suara.

Politikus Partai Demokrat Sulsel" href="https://bukamatanews.id/tag/demokrat-sulsel">Demokrat Sulsel, Japri Y Timbo, menyampaikan penetapan Ketua DPD Demokrat Lampung dan NTT tentunya telah melalui rangkaian tahapan. Mulai dari Musyawarah Daerah (Musda) hingga tes kelayakan dan kepatutan. Mereka yang dipilih merupakan kader terbaik Demokrat.

Ia menyebut penetapan Ketua DPD Demokrat Lampung dan NTT juga membuktikan bahwa proses demokrasi di tubuh partai berlambang mercy berjalan baik. Sempurna.

DPP dalam menetapkan Ketua DPD benar-benar memperhatikan suara akar rumput atau mayoritas dukungan kader dan pengurus di daerah. Ditambah dengan kelayakan figur.

"Petahana bukan jaminan dan itu telah diperlihatkan oleh DPP. Alhamdullilah, itu bisa dilihat dari keputusan DPP yang memberikan mandat kepada Bang Edy di Lampung dan Bang Leo di NTT, dimana itu merujuk kepada pemegang dukungan terbanyak. Keduanya mengalahkan Ketua DPD petahana," ungkap Japri, Rabu (05/01/2022).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Takalar itu berdoa agar keputusan DPP itu dapat berlanjut di Demokrat Sulsel" href="https://bukamatanews.id/tag/demokrat-sulsel">Demokrat Sulsel. Di mana dukungan mayoritas kader dan pengurus kini bukan kepada petahana. Sekadar diketahui, hasil musda lalu, petahana yakni Ni'matullah alias Ulla hanya mengumpulkan sembilan suara. Sedangkan, rivalnya yakni Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mendulang 16 suara.

"Kami semakin yakin bahwa DPP akan mendengarkan suara dan harapan mayoritas kader dan pengurus Demokrat se-Sulsel. Kami menginginkan adanya penyegaran agar Demokrat Sulsel" href="https://bukamatanews.id/tag/demokrat-sulsel">Demokrat Sulsel lebih fresh dan bisa berlari kencang menghadapi Pemilu 2024. Ini bukan persoalan suka atau tidak suka terhadap figur seseorang, tapi murni demi melihat partai kita lebih maju dan berkembang," tuturnya. (#)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#demokrat sulsel #AHY #demokrat sulsel