Dunia Usaha Belum Pulih, Apindo Harap Pemerintah Lakukan Normalisasi Ekonomi
Apindo secara nasional memperkirakan, pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 secara keseluruhan di kisaran 4 persen, dengan inflasi di dunia usaha 3 persen. Sedangkan nilai tukar dolar antara Rp 14.500 - Rp 15.000.
MAKASSAR, BUKAMATA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi Selatan (Sulsel) berharap pemerintah bersama-sama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bisa melakukan normalisasi ekonomi, setelah dua tahun terakhir terdampak pandemi Covid-19. Ketua Apindo Sulsel, Latunreng, menyebut, tahun ini kondisi ekonomi secara nasional masih dalam kondisi yang diselimuti ketidakpastian.
Menurut Latunreng, sepanjang tahun 2021, dari kuartal ke kuartal ada pertumbuhan yang begitu baik, walaupun ada beberapa fluktuasi yang terjadi di setiap kuartal. Dunia usaha tetap bersemangat, meskipun dalam hal kondisi investasi senantiasa bersama-sama perbankan melakukan restrukturisasi, dimana Apindo selalu minta diperpanjang.
"Hanya mungkin ke depan, berkaca di 2021, jangan sampai di kondisi pemulihan ekonomi, new normal, teman teman perbankan tidak memiliki regulasi, sehingga di ujung nanti, tagihan ke pengusaha terlalu keras. Sedangkan kami masih 'belum sehat'," kata Latunreng, saat menjadi narasumber pada Diskusi Akhir Tahun yang dilaksanakan Bukamatanews.id, di Captain Coffee, Menara Bosowa Makassar, baru-baru ini, dan ditayangkan di akun youtube Bukamatanews.
Ia mengungkapkan, pemerintah harus melakukan mitigasi terhadap resiko perlambatan ekonomi akibat merebaknya varian baru Covid-19. Disamping itu, potensi inflasi di berbagai negara juga meningkat, yang juga akan mempengaruhi rantai pasokan dunia.
"Mau tidak mau, kita tidak hanya bicara Makassar, Sulsel, nasional, tapi dunia usaha secara keseluruhan. Tahun 2022, masih dselimuti awan ketidakpastian, sehingga pelaku bisnis di Sulsel, khususnya Indonesia Timur masih sangat bergantung pada ekspor sumber daya alam," bebernya.
Sektor-sektor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, lanjut Latunreng, diharapkan bisa menjadi prioritas pembiayaan perbankan. Pada tahun 2021, ekonomi tumbuh, karena pemerintah berkomitmen untuk melakukan belanja awal.
"Di kuartal kedua, ekonomi Sulsel tumbuh 7,66 persen, karena belanja pemerintah tinggi," imbuhnya.
Apindo secara nasional memperkirakan, pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 secara keseluruhan di kisaran 4 persen, dengan inflasi di dunia usaha 3 persen. Sedangkan nilai tukar dolar antara Rp 14.500 - Rp 15.000.
"Harapan saya di 2022, ada momentum sangat bagus, yaitu pemulihan ekonomi atau normalisasi ekonomi, tentu diperlukan. Kebijakan fiskal pemerintah, termasuk Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar, untuk meningkatkan kembali daya beli. Ini harus dari awal dilakukan. Saya lihat, pemerintah masih senang belanja di pertengahan tahun," urainya.
Ia juga mengharapkan adanya POJK tentang stimulus perekonomian. Mengingat, banyak lembaga keuangan yang memberikan kebijakan berbeda-beda untuk penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, hingga penambahan fasilitas kredit.
"Dunia usaha butuh konsistensi relaksasi," tegasnya. (*)
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
