Redaksi
Redaksi

Kamis, 30 Desember 2021 17:31

Azhar Pastikan PKB Utamakan Dorong Kader di Pilkada

Azhar Pastikan PKB Utamakan Dorong Kader di Pilkada

Ketua DPW PKB Sulsel Azhar mendorong seluruh anggota DPRD PKB, baik itu provinsi maupun kabupaten/kota yang punya keinginan bertarung di Pilkada agar mulai bekerja sejak dini.

MAKASSAR, BUKAMATA -- Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulsel Azhar Arsyad memastikan lebih mengutamakan mendorong kadernya di Pilkada 2024 nanti.

Menurut Azhar, partai politik itu sejatinya adalah kawah candradimuka tempat mengkader dan menggodok calon pemimpin."Kenapa itu alasan saya di Pilkada lalu sedapat mungkin kalau ada ketua DPC, ada kader yang mau maju, saya bukakan ruang," tegasnya.

"Saya tidak mau terjadi kader instan. Setelah terpilih menjadi bupati, kader instan dengan mudah pindah partai lagi kan. Saya tidak mau itu terjadi di PKB. Saya mau sebagai kadar mulai dari bawah. Dan kemudian kalau dia pantas, kompeten dan punya kapasitas untuk didorong, yah saya dorong," sambung Azhar.

Untuk itu, Azhar mendorong seluruh anggota DPRD PKB, baik itu provinsi maupun kabupaten/kota yang punya keinginan bertarung di Pilkada agar mulai bekerja sejak dini. Salah satunya membuat ranting guna menambah kursi.

"Saya itu tidak pernah tertarik dengan tokoh-tokoh di luar PKB. Terbukti kan kemarin misalnya di Barru kita dorong kader, kemudian di Maros, Bulukumba, dan Selayar kita dorong. Tapi belum duduk, ya itu soal lain saya bilang," ungkapnya.

"Tetapi bahwa secara organisasi kepartaian, jaringan PKB bergerak di bawah. Dan nanti kita lihat hasilnya di 2024, apakah itu berimplikasi terhadap kursi DPRD kabupaten maupun provinsi," katanya.

Azhar pun menjelaskan bahwa Pilkada adalah salah satu mekanisme atau cara menggerakkan mesin partai. Terjadi konsolidasi secara alami oleh kader dan jaringan partai. "Makanya saya selalu berusaha mendorong kader," tutupnya. (#)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.