Banjir Lahar Hujan Gunung Merapi Rusakkan Saluran Air
Status Tanggap Darurat Banjir Lahar Hujan Merapi Hingga 15 Desember
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menetapkan status tanggap darurat bencana banjir lahar hujan Gunung Merapi.
BUKAMATA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menetapkan status tanggap darurat bencana banjir lahar hujan Gunung Merapi.

Status tanggap darurat bencana banjir lahar hujan Gunung Merapi tersebut mulai tanggal 2 hingga 15 Desember 2021.
“Hal ini tertuang dalam Keputusan Bupati Sleman nomor 72/Kep.KDH/A/2021, tentang Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Lahar Hujan Gunung Merapi tertanggal pada 2 Desember 2021,” demikian tertulis dalam cuitan akun Twitter resmi Pemkab Sleman, @kabarsleman, Senin (6/12/2021).
Keputusan penetapan status tanggap darurat tersebut diambil untuk menindaklanjuti kejadian lahar hujan yang menerjang pada Rabu, 1 Desember 2021.
Lahar hujan yang menerjang itu mengakibatkan dampak kerusakan, termasuk pada pipa jaringan air bersih di sepanjang aliran sungai gunung Merapi.
“Yang dimanfaatkan warga di empat Kalurahan.”
Terkait kebutuhan air bersih warga, Pemkab Sleman telah melakukan droping air di beberapa titik, seperti Kalurahan Hargobinangun, Umbulharjo dan Glagaharjo.
Hal ini dilakukan sembari menunggu proses perbaikan jaringan pipa air agar kembali bisa digunakan.
Bupati Sleman juga meminta masyarakat di sekitar lereng Gunung Merapi untuk waspada terhadap bahaya lahar dingin Gunung Merapi.
Warga diimbau untuk sementara jangan mendekat ke sungai-sungai di lereng Merapi sampai situasi benar-benar aman.
“Dengan adanya keputusan ini, diharapkan dapat mempercepat penanganan bencana di Bumi Sembada.”
News Feed
Berita Populer
06 Juni 2026 11:33
06 Juni 2026 11:46
06 Juni 2026 15:38
06 Juni 2026 15:02
06 Juni 2026 15:56
