Ibnu Kasir Amahoru
Ibnu Kasir Amahoru

Minggu, 28 November 2021 20:35

Pertemuan Kapolrestabes Makassar bersama tokoh Luwu dan Bone. IST
Pertemuan Kapolrestabes Makassar bersama tokoh Luwu dan Bone. IST

Buntut Penyerangan Asrama, Kapolrestabes Makassar Kumpulkan Tokoh Luwu dan Bone

Witnu Urip Laksana menyampaikan turut prihatin dengan adanya insiden penyerangan Asrama IPMIL dan Bone di Kota Makasaar oleh orang yang tidak dikenal.

MAKASSAR, BUKAMATA - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana langsung melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh Luwu dan tokoh asal Bone pasca penyerangan dua asrama di Kota Makassar dini hari tadi.

Pertemuan berlangsung Minggu (28/11/2021), sekira pukul 17.30 wita bertempat di Cangkiri Koffie by Dottoro Jalan Tupai No. 27 Makassar. Bertindak sebagai mediator, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Witnu Urip Laksana, dan Dandim 1408 Makassar, Kolonel Kav Dwi Irbaya Sandra.

Sejumlah tokoh Luwu dan Bone hadir dalam pertemuan itu. Mereka antara lain, Andi Hatta Marakarma (Anggota DPRD SULSEL Partai Golkar), Buhari Kahar Muzakkar (Ketua Kerukunan Luwu), Jumail Mapiare (tokoh Luwu), Jamalluddin Nawir (tokoh Luwu), Sharil Wijaya (Ketua Kerukunan Warga Bone), Andi Agung (Sekjen Kerukunan Warga Bone).

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana menyampaikan turut prihatin dengan adanya insiden penyerangan Asrama IPMIL dan Bone di Kota Makasaar oleh orang yang tidak dikenal.

"Kami mengimbau adik-adik mahasiswa yang ada di Makassar untuk bersikap arif dan bijaksana agar kejadian ini tidak berlarut-larut,” kata Witnu Urip Laksana.

Witnu Urip Laksana juga meminta masyarakat untuk tidak panik dan tak mudah terprovokasi dengan insiden tersebut. 

“Jangan bertindak main hakim sendiri. Adik-adik mahasiswa yang merasa ketakutan agar tetap tetap tenang dan jangan mudah terpengaruh oleh isu-isu tidak benar,” bebernya.

Dia berjanji akan menindak tegas oknum pelaku penyerangan. Untu itu, Witnu berharap kepada sesepuh dan tokoh-tokoh masyarakat Luwu dan Bone untuk menjaga kedamaian di Kota Makassar.

"Saya berharap setelah disaksikan para tokoh, tolong hentikan pertikaian ini, kita semua bersaudara. Mari kita gunakan falsafat-falsafat Sulawesi Selatan yang agung, yang selama ini melekat di Sulawesi Selatan, siapakatau, sipakalebbi, sipakainge," bebernya.

Penulis: Maulana

#Asrama Mahasiswa Diserang

Berita Populer