Ulfa
Ulfa

Selasa, 07 Desember 2021 21:45

FOTO/IST.
FOTO/IST.

Polisi Tangkap 7 Penyerang Asrama Mahasiswa, Ini Peran Masing-masing Pelaku

Ketujuh pelaku tersebut masing-masing berinisial MAM, MG, Y, W, MR, EKP dan ASS. Mereka diketahui masih berstatus mahasiswa

MAKASSAR, BUKAMATA - Polisi berhasil mengungkap kasus penyerangan kampus Universitas Islam Makassar dan dua asrama mahasiswa di Kota Makassar. Setidaknya ada tujuh pelaku yang ditangkap.

Ketujuh pelaku tersebut masing-masing berinisial MAM, MG, Y, W, MR, EKP dan ASS. Mereka diketahui masih berstatus mahasiswa.

"Tujuh tersangka yang sudah kami diamankan. Para tersangka ini kami tangkap di Makassar, Luwu, dan Bone," kata Nana saat jumpa pers di Mapolrestabes Makassar, Selasa (7/12/2021) malam.

Nana Sudjana menjelaskan, penyerangan di tiga lokasi berbeda itu bermula dari Sekretariat BEM Fakultas Pertanian UIM, Jalan Perintis Kemerdekaan, pada Jumat malam.

Saat itu, tersangka inisial MAM dan beberapa temannya meminta data mahasiswa baru asal Luwu. Namun saat itu ketua BEM tidak bisa ditemui, sehingga hanya menemui wakil ketua.

"Kemudian pengurus BEM meminta surat untuk permintaan mereka. Di situlah timbul percekcokan, kemudian anak-anak dari IPMIL ini pulang dan menemui rekan-rekannya," ujar Nana Sudjana.

Di saat itulah, MAM dan temannya melakukan penyerangan ke sekretariat BEM Fakultas Pertanian UIM. Akibatnya, Ketua BEM Fakultas Pertanian UIM, Arham, terluka akibat sabetan senjata tajam di kedua pergelangan tangannya.

Selain di kampus UIM, penyerangan juga terjadi di Asrama IPMIL dan Asrama KEPMI Bone, Jalan Sungai Limboto Makassar pada Minggu dini hari.

Pelaku yang diamankan dalam penyerangan di Asrama IPMIL itu, kata Nana ada dua orang yang telah ditangkap.

Pertama, inisial EKP mahasiswa dari kampus yang sama (UIM), yang berperan membawa molotov dan melempar di asrama IPMIL. Kedua ASS, juga mahasiswa dari kampus yang sama. Berperan menentukan titik penyerangan bisa dibilang otak penyerangan.

"(ASS) Melakukan penyerangan, beserta membawa senjata tajam. Bisa dibilang koordinator lapangan penyerangan," ungkapnya.

"Penyerangan di Asrama IPMIL ada sekitar 21 orang, ini masih kita kejar, pasti akan ditangkap," sambung Nana Sudjana.

Dan pasca penyerangan asrama IPMIL, juga berlangsung aksi penyerangan di Asrama KEPMI Bone.

Namun, asrama yang juga berlokasi di Jalan Sungai Limboto itu, kata Nana dalam kondisi kosong saat diserang oleh pelaku.

"Para tersangka akan dijerat dengan pasal tindak pidanan membawa menguasai memiliki senjata tajam tanpa izin. Pembakaran, penghasutan, serta penganiayaan berat," tegasnya.

 

Penulis: Maulana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Asrama Mahasiswa Diserang

Berita Populer