Muh. Taufik
Muh. Taufik

Selasa, 26 Oktober 2021 15:43

Memaksimalkan Penggunaan Aplikasi Belajar Daring agar Suasana Kelas Tidak Membosankan

Memaksimalkan Penggunaan Aplikasi Belajar Daring agar Suasana Kelas Tidak Membosankan

Isu keamanan digital bagi anak harus didukung dari sisi edukasi, baik melalui orang tua maupun, guru di sekolah.

LUWU, BUKAMATA – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 26 Oktober 2021 di Luwu, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Kegiatan dengan tema “Menjadi Juara dengan Sekolah Online” ini diikuti oleh 272 peserta dari berbagai kalangan umur dan profesi.

Empat narasumber tampil dalam seminar kali ini. Masing-masing yakni, Ketua Prodi Teknik Informatika STMIK Multicom Bolmong, Michel Farrel Tomatala S.Kom M.Cs; Noni Sulut 2021, Blessy Easter Sara Tangel; Founder The Emotional Human Reaction in Reflecting Incident, Indah Arifah Febriany; dan Technopreneur ISP Sakaeng Solata Network, Stenly Cicero Takarendehang M.T.I. Sedangkan moderator yaitu Ratih Auliah dari JPM-TV. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Materi pertama dibawakan Michel Farrel Tomatala yang menyampaikan tema “Sukses Belajar Online dengan Kemampuan Literasi Digital”. Menurut dia, manfaat internet dalam proses pembelajaran yaitu, untuk mencari referensi tambahan, meningkatkan komunikasi, dan sebagai sarana praktik mandiri sekaligus eksplorasi virtual murid. Selain itu, teknologi digital juga dapat digunakan sebagai media publikasi karya ilmiah, jejaring responden, hiburan, ataupun optimalisasi pembelajaran. 

Selanjutnya, Blessy Easter Sara Tangel menyampaikan paparan berjudul “Bahaya Pornografi”. Ia mengatakan, konten pornografi masih banyak berseliweran di internet karena tingkat popularitas yang tinggi, berlakunya era keterbukaan, warganet masih mudah percaya hoaks, serta keterbatasan literasi dan informasi. Kiat untuk menghindari bahaya tersebut di antaranya, kesadaran akan pelanggaran norma dan kepercayaan yang dianut, menjaga etika saat mengunggah konten, serta berupaya menjaga prestasi anak akan dampak negatifnya. 

Pemateri ketiga Stenly Cicero Takarendehang memaparkan materi “Menjaga Keamanan Digital bagi Anak-Anak di Dunia Maya”. Menurut dia, isu keamanan digital bagi anak harus didukung dari sisi edukasi, baik melalui orang tua maupun, guru di sekolah. Sehingga, komunikasi dengan anak-anak baik kepada orang tua atau kepada kakaknya harus berjalan baik. 

Adapun Indah Arifah Febriany, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan paparan berjudul “Literasi Digital bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital”. Ia mengatakan, tenaga pendidik punya peran vital agar pembelajaran bisa berjalan efektif dan tidak membosankan. Oleh karena itu, beberapa aplikasi yang seyogyanya dikuasai guru misalnya, Google Classroom, Zoom, Whatsapp, serta Canva dan Animaker. Selain itu, tenaga pendidik juga harus mampu memahami kondisi masing-masing siswa, serta tidak membatasi kreativitas siswa. 

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu Ratih Aulia. Para peserta tampak antusias dan mengirimkan banyak pertanyaan. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Salah satunya, Shifa di Luwu yang bertanya tentang banyaknya anak-anak yang telah berinteraksi di media sosial dan internet, bagaimana untuk pengawasannya. Menanggapi hal tersebut, Stenly Cicero bilang, sejak dini sebaiknya anak sudah berinteraksi dengan internet, kemudian menjadi tugas orang tua yang untuk mendampingi dan mengarahkannya secara positif. 

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

#Kominfo RI

Berita Populer