Muh. Taufik
Muh. Taufik

Kamis, 21 Oktober 2021 18:12

Kreatif Mulai Bisnis Kecil Ciptakan Produk Orisinil

Kreatif Mulai Bisnis Kecil Ciptakan Produk Orisinil

penerapan etika pemasaran yang menjunjung tinggi kejujuran, ketepatan, loyalitas, dan disiplin dapat meningkatkan kredibilitas usaha dan hubungan baik antara konsumen dan pebisnis.

BOMBANA, BUKAMATA – Sebanyak 903 peserta mendaftarkan dirinya untuk mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 21 Oktober 2021 di Bombana, Sulawesi Tenggara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Tips dan Trik Jualan Daring”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Ketua Prodi TI STMIK Multicom Bolmong, Michael Farrel Tomatala; CEO & Founder Rumah Karawo, Agus Lahinta; pemengaruh, Andi Amalia Kartika; serta pendiri Manado Bacarita, Isha Ansyar Yusuf. Adapun sebagai moderator adalah Arin Swandari. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Selanjutnya, Michael Farrel sebagai narasumber pertama tampil membawakan materi kecakapan digital bertema “Strategi Marketing Digital untuk Petani dan Nelayan di Tengah Pandemi Covid-19”. Menurut Michael, untuk membangun bisnis, tunjukkanlah keunikan produk, lakukan branding, public relation, minta testimoni pelanggan, brand advocates, dan buatlah landing page atau laman sederhana. “Inovasi produk dengan meningkatkan daya tarik, keunikan, kelengkapan katalog, serta tawaran promo juga penting dilakukan agar usaha kita terus berkembang,” paparnya.

Berikutnya, Agus menyampaikan materi etika digital berjudul “Etika Pemasaran Produk Lokal di Toko Daring”. Ia mengatakan, penerapan etika pemasaran yang menjunjung tinggi kejujuran, ketepatan, loyalitas, dan disiplin dapat meningkatkan kredibilitas usaha dan hubungan baik antara konsumen dan pebisnis. Terkait keluhan pelanggan, respon segera dengan sopan, ramah, dan berikan tawaran kompensasi. “Konsumen yang mengeluh lantas direspon positif oleh pebisnis, justru berpotensi menjadi pelanggan loyal ke depannya, dibandingkan pembeli lain yang tidak pernah mengeluh sama sekali,” jelasnya mengutip Harvard Business Review.

Sebagai pemateri ketiga, Andi Amalia membawakan tema budaya digital tentang “Peran Literasi Digital untuk Mengubah Pola Pikir Konsumtif Menjadi Lebih Produktif. Menurut dia, dunia digital menyimpan banyak peluang sebagai penghasil cuan. Latih dan kembangkan bakat serta minat yang dimiliki untuk menjadi copywriter, naravlog, desainer grafis atau laman, maupun pebisnis daring. “Milenial bisa menjadi lebih produktif di dunia maya, tak sebatas eksis dan konsumtif di ruang digital,” ujarnya.

Adapun Isha, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Main Aman Belanja Daring”. Ia mengatakan, saat bertransaksi daring, pengguna harus cermat dan teliti dalam membuka laman dan memasukkan detil transaksi agar terhindar dari berbagai ancaman siber mulai dari pengelabuan hingga pencurian identitas. Beli barang sesuai kebutuhan dan lakukan survei untuk mendapat harga serta kualitas terbaik. “Dengan cerdas belanja daring, keamanan akun keuangan digital kita akan terjaga,” pungkasnya.

Acara berikutnya adalah sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Sesi ini disambut dengan beragam pertanyaan dari para peserta. Dalam webinar di Bombana kali ini, panitia memberikan berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Salah satu pertanyaan menarik peserta adalah tentang bagaimana menyikapi penjual daring yang memasarkan barang tiruan terkait perlindungan hak cipta. Narasumber menjelaskan bahwa penjual barang tiruan tak akan bertahan lama karena tak punya produk sendiri dan selalu bergantung pada produksi orang lain. Secara moral dan hukum juga salah karena tindakan tersebut melanggar hak cipta serta dapat dijerat sanksi hukum.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

#Kominfo RI