Muh. Taufik
Muh. Taufik

Kamis, 21 Oktober 2021 15:08

Aman dan Nyaman di Dunia Digital dengan Berinternet Sehat

Aman dan Nyaman di Dunia Digital dengan Berinternet Sehat

Jejak digital dapat dihapus, namun tidak semua bisa dihapus secara mandiri.

BUKAMATA – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 21 Oktober 2021 di Kep. Sangihe, Sulawesi Utara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah ‘Jangan Asal Komentar, Kikis Ujaran Kebencian’.

Program kali ini diikuti oleh 863 peserta serta menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari dosen dan pengamat pendidikan remaja, Williani; kreator konten, Bardin; Ketua Jaringan Media Siber Indonesia, Eko Pamuji; dan Putri Muslimah Nusantara, Wd Syahribanun Alwiah. Adapun sebagai moderator adalah Ginar Ayuningtyas. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Memasuki sesi materi, hadir narasumber pertama, Ninuk Wiliani, yang menyampaikan tema “Jangan Asal Komentar, Kritis Ujaran Kebencian”. Agar aman dan nyaman berinternet, Ninuk memberikan tips, jangan abaikan informasi bermasalah yang muncul, jangan sembarang beri informasi pribadi, jangan langsung setuju bila diajak ketemu luring, jangan kirim foto ke orang yang belum pernah kenal, batasi waktu berinternet, dan jangan menulis sembarang pesan. "Indikator kita berinternet produktif yaitu tahu jadwal kapan harus berselancar, tambah ilmu, menghasilkan sesuatu dari dunia maya, dan semakin kreatif serta inovatif," ucapnya.

Berikutnya, Bardin membawakan tema “Digital Ethics, Jangan Asal Komentar, Kikis Ujaran Kebencian. Konten Digital: Apa yang Boleh dan Apa yang Tidak Boleh”. Ujaran kebencian merupakan salah satu pelanggaran etika berinternet. Namun, kadang hal ini tidak disadari pengguna internet ketika berkomentar. Beberapa yang tidak boleh dilakukan di internet, antara lain ujaran kebencian, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, dan provokasi. "Tips hindari hal negatif dengan konsep SMART (safe, meeting, accepting, reliable, dan tell)," jelasnya.

Pemateri ketiga, Eko Pamuji, mengusung tema “Bahasamu Kepribadianmu”. Bahasa di media sosial berupa teks, foto, dan video. Bahasa teks tak bernada, tidak berintonasi, tanpa gestur, dan tanpa tekanan. Hal ini sering menimbulkan kericuhan pengguna aplikasi percakapan, sehingga diperlukan kemampuan menafsirkan teks. "Berbahasa negatif bisa dilihat nadanya mencela, memfitnah, melecehkan, menghasut, mencemarkan nama baik, dan menipu," ungkapnya.

Adapun pemateri terakhir, Wd Syahribanun Alwiah, membawakan tema “Digital Safety, Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital”. Jejak digital bisa berupa konten, komentar, foto maupun video yang diunggah, riwayat pencarian, transaksi belanja, dan panggilan video. Jejak digital dapat dihapus, namun tidak semua bisa dihapus secara mandiri. “Apa yang boleh dilakukan: jaga privasi, jaga keamanan akun, hindari hoaks, sebarkan hal positif. Yang tidak boleh: memulai konflik, curhat masalah pribadi, menjelekkan orang lain, berbagi secara berlebihan, dan menanggapi sesuatu secara ekstrem,” pungkas dia.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. “Anak-anak di bawah umur sekarang sudah punya media sosial sendiri karena pergaulan. Banyak dari mereka menggunakan kata-kata kurang sopan. Bagaimana mengajarkan anak-anak bermedia sosial yang baik?” tanya Vera Maria kepada Ninuk Wiliani.

“Berkata-kata baik umumnya kebiasaan di dunia nyata. Kalau di dunia nyata terbiasa tidak baik, percakapan di dunia mayanya kurang lebih sama. Jadi, cara mengajarkan anak berkata baik adalah dengan memberi contoh orang tua berkata yang baik pula. Hindari intonasi tinggi dan tidak menghardik ketika marah. Pembiasaan yang baik dimulai dari rumah,” jawab Ninuk Wiliani.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

#Kominfo RI