Ibnu Kasir Amahoru
Ibnu Kasir Amahoru

Rabu, 13 Oktober 2021 21:52

FOTO/IST.
FOTO/IST.

Polisi Smackdown Mahasiswa saat Bubarkan Demo, Begini Kondisinya

Tedi Agus, rekan korban saat aksi unjuk rasa mengatakan kondisi Fariz saat ini sudah membaik setelah ada pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter polisi.

BUKAMATA - Seorang mahasiswa peserta unjuk rasa di depan Kantor Bupati Tangerang pingsan setelah mendapatkan bantingan ala smackdown dari aparat kepolisian yang melakukan pengamanan, Rabu (13/10/2021).

Mahasiswa tersebut Fariz. Kader Himpunan Mahasiswa Tangerang (HIMATA). Saat ini Faiz sudah dalam kondisi sehat meskipun sempat dilarikan ke RS Harapan Mulya, Kabupaten Tangerang, Banten.

Tedi Agus, rekan korban saat aksi unjuk rasa mengatakan kondisi Fariz saat ini sudah membaik setelah ada pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter polisi. Kesehatan Fariz turut dilakukan pengecekan melalui rontgen.

"Tapi hasil belum, ada gangguan apa, hasilnya seperti apa belum ada. Sudah dilakukan pemeriksaan dan kondisi sedang membaik. Yang dibanting itu saudara Fariz. Ya betul kader HIMATA Banten Raya," kata Tedi saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Rabu (13/10/2021).

Tedi menuturkan kejadian itu saat massa aksi melakukan dorong-dorongan. Hal tersebut disebut lazim dalam dinamika saat aksi, ketika chaos akhirnya massa tersebut berpencar. Namun, korban Fariz langsung terjatuh.

"Karena ada video viral sempat dibanting. Kronologis rekan-rekan itu sudah membias kita enggak tau jelas seperti apa bisa dibanting. Semua teman sudah chaos massa aksi. Kita tahu setelah dia jatuh dan enggak sadar, teman-teman panik lah. (Saya) masih di Polres," ungkapnya.

Sementara itu, Brigadir NP, anggota Polresta Tangerang, meminta maaf ke Fariz, atas kekerasan yang dilakukannya saat aksi di kantor Bupati Tangerang. Selain itu, NP pun meminta maaf atas kelakuannya itu kepada seluruh elemen mahasiswa.

"Tadi yang bersangkutan (NP) sudah bertemu dengan Pak Kapolda (Irjen Rudy Heriyanto), dan beliau juga sudah minta maaf kepada korban," ujar Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro.

Wahyu membenarkan jika NP telah bertindak di luar dari standar operasional prosedur (SOP) soal pengamanan. Terkait sanksi, dia menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dari Divisi Propam Mabes Polri.

"Kami masih menunggu penyelidikan dari Div Propam Mabes Polri, biro Paminal. Mereka sudah melakukan pemeriksaan, tentunya tidak hanya kepada oknum tersebut tapi juga petugas pengawas dan pengendali di lapangan juga dalam proses pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.

#Tangerang #Polisi