Muh. Taufik
Muh. Taufik

Rabu, 13 Oktober 2021 16:30

Kiat Tenaga Pendidik Membuat Kelas Daring Tetap Menarik

Kiat Tenaga Pendidik Membuat Kelas Daring Tetap Menarik

Pendidik diharapkan banyak mengikuti diskusi terkait tema atau pengetahuan aplikasi tertentu untuk meningkatkan kapasitas.

BANGGAI, BUKAMATA – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 13 Oktober 2021 di Banggai, Sulawesi Tengah. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Menjadi Pendidik yang Cerdas dan Cakap Digital”. Kegiatan Literasi Digital kali ini bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Luwuk dan dihadiri oleh 518 peserta.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar kali ini. Masing-masing yakni, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Armin Maluti; dosen Unismuh Luwuk & Entrepreneur, Lady Diana Khartiono, HR Consultant & Founder Carrerclass.id/Ekspedisi8, Alia Noor Anoviar; serta Web Programmer, Yusuf Ayuba. Sedangkan moderator yaitu Tristania Dyah. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Tampil berikutnya adalah Armin Haluti selaku pemateri pertama dengan paparan berjudul “Kemampuan Literasi Digital yang Wajib Dimiliki Guru Generasi Alpha”. Menurut dia, generasi alpha merupakan generasi yang lahir sekitar tahun 2010 keatas dan telah mengenal teknologi sejak dini. Sehingga, tenaga pendidik saat ini harus inovatif dalam membuat konten ketika melakukan pembelajaran. Yakni, dengan menyiapkan sejumlah instrumen seperti analisa kebutuhan dan karakteristik siswa, perumusan butir bahan ajar, penulisan naskah media, perumusan tujuan instruksional, mengembangkan alat ukur keberhasilan, serta menguji tingkat efektivitas pembelajaran. "Guru harus dapat membuat suasana belajar yang menyenangkan," katanya. 

Selanjutnya, Lady Diana Khartiono menyampaikan paparan berjudul “Internet yang Cocok dan Aman untuk Anak di Bawah Umur dan Remaja”. Ia mengatakan, kendala dalam pembelajaran daring, di antaranya anak dan orang tua merasa frustasi, lemahnya kemampuan guru dalam mengajar dan pembentukan karakter, terbatasnya waktu orang tua mengawasi anak belajar di rumah, serta kurangnya pemahaman literasi digital guru dan orang tua. "Waktu yang dihabiskan anak-anak di dunia maya meningkat drastis. Untuk itu, keamanan anak penting untuk dilindungi oleh orang tua," jelas dia. 

Pemateri ketiga, Alia Noor Anoviar, memaparkan materi bertema “Peran Komunitas Akademik dalam Pendidikan di Era Digital”. Menurut dia, pendidik diharapkan banyak mengikuti diskusi terkait tema atau pengetahuan aplikasi tertentu untuk meningkatkan kapasitas. Tips agar pembelajaran daring terasa nyaman dan menyenangkan, misalnya kewajiban menyalakan video, diskusi materi, memberikan studi kasus atau tantangan, serta membuat desain materi interaktif. "Pendidik harus bisa memastikan presentasi yang disajikan itu menarik," tuturnya.  

Yusuf Ayuba, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan paparan berjudul “Rekam Jejak Digital di Ranah Pendidikan”. Ia mengatakan, rekam jejak adalah apa yang telah dilakukan seseorang atau organisasi di masa lalu yang menunjukkan seberapa baik mereka melakukan pekerjaan atau mengatasi masalah. Sedangkan jejak digital contohnya riwayat pencarian, kunjungan ke suatu laman, surel, serta unggahan di media sosial. Kiat agar jejak digital tetap positif: selalu berperilaku baik, perkuat kata sandi, dan tidak mengunggah hoaks. "Sebagai pendidik, kita harus mengajarkan hal-hal baik dan jangan sampai meninggalkan jejak digital negatif," imbuhnya. 

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu Tristania Dyah. Para peserta tampak antusias dan mengirimkan banyak pertanyaan. Panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp 100.000 bagi 40 penanya terpilih.

Salah seorang peserta, Rudi, bertanya tentang kiat bagi orangtua untuk membantu anak agar tidak bosan dan stres selama melakukan pembelajaran dari rumah. Menanggapi hal tersebut, Alia Noor bilang, orangtua dapat mengajak buah hatinya untuk sering melakukan kegiatan fisik. Misalnya, setiap akhir pekan melakukan kegiatan olahraga bersama. 

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

#Kominfo RI