Aswad Syam
Aswad Syam

Rabu, 06 Oktober 2021 15:39

Konferensi pers Kapolres Bone soal peredaran narkoba menggunakan kendaraan dinas.
Konferensi pers Kapolres Bone soal peredaran narkoba menggunakan kendaraan dinas.

Parah, Randis Pemerintah Desa di Bone Digunakan Jual Narkoba

Sebuah kendaraan dinas berupa sepeda motor, diamankan. Kendaraan operasional salah seorang kepala desa di Bone itu, digunakan untuk menjual narkoba.

BONE, BUKAMATA -- Satuan Narkoba Polres Bone, berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba di Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Dari hasil penangkapan, polisi berhasil mengamankan 2 orang pelaku narkoba yang diketahui berinisial AF dan DS. Kedua tersangka ini diamankan di Desa Itterung, Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone, pada Minggu, 3 Oktober 2021 lalu.

Kapolres Bone AKBP Ardyansyah langsung melakukan Konferensi pers di halaman Mapolres Bone. Didampingi Kasat Narkoba Iptu Aswan.

AKBP Ardyansyah menjelaskan, selain AF dan DS, masih ada 1 orang lagi yang ditetapkan sebagai DPO. Dia diketahui merupakan pelaku utama.

"Selain AF dan DS ini ada satu orang lagi DPO yang berinisial SD, dia ini yang merupakan pelaku utama," ujar AKBP Ardyansyah.

Dari hasil penangkapan lanjut Ardyansyah, pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa beberapa saset sabu yang berukuran sedang dan ukuran kecil. Selain itu, dia juga mengamankan 1 unit kendaraan dinas (Randis) yang diduga milik Pemerintah Desa.

"Barang bukti yang berhasil kami amankan berupa 1 saset narkoba jenis sabu ukuran sedang, 1 unit narkoba ukuran kecil. Ada juga beberapa anak busur dan 1 unit motor dinas beserta helmnya," tambah AKBP Ardy.

AKBP Ardyansyah menambahkan, berdasarkan pengakuan tersangka, barang tersebut diambil dari SD, dan menurut informasinya barang haram ini diambil dari negara luar yaitu Malaysia, kemudian dibawa melalui jalur transportasi laut menuju Parepare, lalu ke Kabupaten Bone.

"Peredaran narkoba di Bone tidak boleh dipandang enteng. Apalagi saat ini perearannya bukan hanya di wilayah perkotaan, tapi sudah masuk di pedesaan. Tersangka ini juga diketahui merupakan jaringan internasional karena barang tersebut dibawa dari luar negeri," tandasnya.

Terkait barang bukti sebuah randis berupa motor yang ikut diamankan polisi, tersangka mengakui bahwa motor tersebut diketahui adalah motor salah seorang kepala desa, yang hanya dipinjam oleh pelaku karena kebetulan pelaku dan kepala desa ini memeiliki hubungan keluarga.

"Katanya, motor ini adalah motornya kepala desa yang hanya dipinjam oleh tersangka, kemudian digunakan mengedarkan narkoba. Sebelumnya juga sudah banyak yang telah dijual, bahkan hasil penjualan sampai Rp40 juta," tambahnya.

"Kedua pelaku selain mengedarkan, mereka juga mengkonsumsi barang haram tersebut. Kami melakukan pengungkapan ini sebagai bentuk keseriusan kami dalam memerangi narkoba di Kabupaten Bone," tegas AKBP Ardyansyah.

Sekadar diketahui, selama kurang lebih 3 bulan sejak Agustus 2021 lalu AKBP Ardyansyah yang menjabat sebagai Kapolres Bone, pihaknya telah mengamankan 27 orang pelaku narkoba termasuk 2, di antaranya adalah oknum anggota Polres sendiri.

Penulis: Oces

#narkoba #Bone