Muh. Taufik
Muh. Taufik

Senin, 04 Oktober 2021 18:27

Batasi Aktivitas dan Privasi di Media Sosial untuk Menghindari Konten Negatif

Batasi Aktivitas dan Privasi di Media Sosial untuk Menghindari Konten Negatif

Media sosial memiliki peran yang sangat penting sebagai agen pemersatu bangsa dalam perbedaan sosial sekaligus sarana mengeluarkan pendapat dengan beretika dan penuh tanggung jawab.

DONGGALA, BUKAMATA – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 4 Oktober 2021 di Donggala, Sulawesi Tengah. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Tema yang diusung pada hari ini yaitu “Pilah Pilih Sebelum Sebar”.

Terdapat empat narasumber yang akan mengisi sesi webinar pada siang ini, di antaranya Usman selaku pegiat literasi pendidikan keluarga, Monica Jauwry selaku mahasiswa dan kreator konten, Yenti Dwi Rositasari selaku guru sosiologi, serta Musyafir selaku pegiat literasi teknologi. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Fadel Karnen. Pada kegiatan kali ini diikuti oleh 630 peserta dari berbagai kalangan umur dan profesi.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Hadir berikutnya adalah Usman sebagai pemateri pertama dengan paparan bertema “Pentingnya Memiliki Keterampilan Digital di Masa Pandemi COVID-19". Usman memberikan sejumlah tips mempelajari keterampilan digital, yaitu terus belajar, ikut kursus daring, dan jangan malu bertanya. “Keterampilan digital akan sangat bermanfaat, terlebih ketika kita menggunakan aplikasi pendukung pembelajaran, digital marketing, serta membuat konten kreatif,” katanya. 

Selanjutnya, Monica Jauwry mengangkat tema “Jarimu Harimaumu". Monica mengajak warganet untuk cerdas dalam menanggapi konten di internet dan tidak hanya melihat sisi negatifnya. Ia juga memaparkan tentang jejak digital yang diumpamakannya seperti bom waktu. “Bom ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang menargetkan pemilik jejak digital dan bisa meledak kapan saja. Terlebih lagi jika pemiliknya mempunyai jejak yang buruk,” tuturnya.

Yenti Dwi Rositasari sebagai pemateri ketiga mengusung tema “Memahami Multikulturalisme dalam Ruang Digital". Yenti menuturkan bahwa media sosial memiliki peran yang sangat penting sebagai agen pemersatu bangsa dalam perbedaan sosial sekaligus sarana mengeluarkan pendapat dengan beretika dan penuh tanggung jawab. Sebelum menutup sesinya, ia memberikan sejumlah konsekuensi masyarakat multikultural dalam media sosial, beberapa di antaranya adalah masalah etnisitas, primordialisme, dan etnosentrisme.

Pemateri terakhir pada sesi hari ini adalah Musyafir yang membawakan tema “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital”. Musyafir membuka materi dengan tips menghapus jejak digital. Salah satunya adalah mengatur akun Google untuk meningkatkan privasi dan mengurangi pengumpulan data dengan cara pemeriksaaan privasi, keamanan, dan mengaktifkan layanan ‘delete me’. Ia juga menjelaskan hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan di dunia maya, misalnya mengeluh tentang masalah personal di dunia maya. 

Selanjutnya, moderator membuka sesi tanya jawab yang disambut meriah oleh para peserta. Selain bisa bertanya langsung kepada para narasumber, peserta juga berkesempatan memperoleh uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih. 

Salah seorang peserta, bertanya mengenai bagaimana cara pengawasan terhadap konten negatif yang beredar di sosial media. Menurut Usman, kita sebagai masyarakat dapat mengawasi konten negatif tersebut kemudian melaporkannya dengan menggunakan fitur yang tersedia pada aplikasi. Tujuannya agar konten negatif tersebut tidak berkembang luas di masyarakat. 

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

#Kominfo RI